You Are Here: Home» Gereja » Sejarah Gereja Di Nekan

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menolong,memberi kesempatan,menyertai dan memberikan hikmat serta kemampuan,sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pelayanan ini dengan baik.

Penulis sangat menyadari bahwa segala sesuatu tidak ada yang sempurna,begitu juga dalam pembuatan laporan pelayanan ini,tidak terhindar dari kesulitan-kesulitan seperti berbagai informasi yang harus dikumpulkan guna memenuhi syarat-syarat pembuatan laporan pelayanan ini. Tapi semuanya dapat terlewati dengan baik dan saya dapat menyelesaikannya laporan pelayanan ini hanyalah karena pertolongan dan anugerah dari Tuhan Yesus Kristus,serta tidak terlepas dari dukungan doa dari anak-anak Tuhan.

Penulis(Siskalianti) juga ingin mengucapkan terima kasih karena atas dukungan doanya,sehingga saya dapat menyelesaikan PKL(praktek kerja lapangan)saya selama 1 tahun dengan baik. Maka sudah seharusnya saya mengucapkan terima kasih atas dukungan doa yang sudah diberikan kepada saya:

1. Pdt.Dr.Matheus Mangentang.M.Th ketua kehormatan SETIA

2. Pdt.Dr. Paulina Song Kwang OK direktur SETIA Ngabang

3. Pdt.Markus Amid.M.Div ketua SETIA Ngabang

4. Vic.Marinus Gulo,S.Th bidang akademik SETIA Ngabang

5. Ev.Henni Somantik.S.Th dan Ev Simai S.Th ibu asrama dan seluruh staf dosen

6. Teman-teman dan seluruh Mahasiswa/I SETIA Ngabang

7. Keluarga Tercinta

BAB 1

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Gereja

Gereja adalah kumpulan orang-orang percaya. Dan ketika pengutusan tanggal 25 agustus 2009,saya dipercayai pelayanan di Sektor Entikong desa Nekan Kabupaten Sanggau.Desa Nekan memiliki penduduk 300 KK,tapi mayoritas beragama Kristen Katolik dicampur orang-orang pendatang yang beragama non Kristen.Karena mayoritas penduduk disana beragama Kristen Katolik dan yang kami layani hanya sebagian kecil saja yang beragama Kristen Protestan.

Pada awalnya didesa ini tidak ada orang-orang yang beragama Kristen Protestan,tapi pada tahun 2000 ada seorang hamba Tuhan GBI masuk disana dan memulai perintisan disana.Palayanannya tidak sia-sia hingga ada 14 KK yang mau berpindah agama dari katolik menjadi Kristen protestan. Hampir 1 tahun lebih hamba Tuhan ini pelayanan ia memutuskan untuk mencari pelayan baru yang mau mengantikan dia pelayanan di desa Nekan,karena alasan nya rumah dan tempat pelayanan sangat jauh apalagi harus PP setiap pelayanannya.

Menurut cerita yang saya dengar ketika hamba Tuhan ini pulang dari tempat pelayanan,dia bertemu Ev Idarwati hamba Tuhan GKSI dan ia menawarkan pelayanan di desa Nekan.Ibu Idarwati pun menyangupinya,tetapi hamba Tuhan ini tidak tahu kalau ibu Idarwati dari GKSI.Semuanya berjalan dengan baik karena hanya melanjutkkan pelayanan yang sudah ada.Tetapi ketika hamba Tuhan GBI ini kalau ibu Idarwati dari GKSI hamba Tuhan ini marah dan menyesal dan mengatakan “merebut domba-dombanya, tapi itulah rencana Tuhan.

Selama hampir 2 tahun ibadah hanya dilaksanakan di rumah jemaat dan pada tanggal 16 september 2003 Gereja mulai dibangun dengan dana yang diperoleh melalui proposal yang di ajukan oleh Pdt Toton Supriadi(Ketua Sektor Entikong) dan pelayan baru yaitu Ev Agus Hulu yang mengantikan Ev Idarwati.Gereja itu diberi nama “GKSI Sola Fide Nekan”.

BAB II

KEGIATAN-KEGIATAN SEMASA PELAYANAN DAN HAMBATANNYA

I.Kegiatan-Kegiatan

Adapun kegiatan-kegiatan yang saya lakukan selama masa pelayanan satu tahun yaitu: Pelayanan Gereja dan jemaat,sekolah minggu,dan mengajar di PAUD SETIA.

a. Pelayanan di Gereja dan Jemaat

Selama hampir satu tahun saya melayani di GKSI Nekan,banyak sekali pelajaran yang bias saya petik dan sangat bermanfaat bagi saya. Disana saya tidak pelayanan sendiri,karena sebelumnya memang sudah ada 2 orang alumni disana yaitu Ev Daniel.STh alumni SETIA Jakarta dan Ev Hendarto.D.Th Alumni SETIANgabang.Dan saya tinggal dengan jemaat. Disana kami hanya melayani 5 jemaat saja yaitu Kel pak Manto(ketua majelis),Kel pak Erwin,Kel pak Lilin,Kel Pak Tihun dan Kel Beno,inilah nama-nama Keluarga yang kami layani di tambah pelayanan di PAUD setiap harinya.

Meskipun pertama saya datang semuanya tampak sulit dan tidak mudah tapi semuanya berjalan dengan baik.Tetapi yang sangat mengecewakan pada awal saya dating semua jemaat tampak rajin datang beribadah diGereja tapi lama- kelamaan semakin hari semakin berkurang,itu semua dikarenakan mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi mereka yang tidak bias mereka utamakan. Apalagi ketika musim berladang hampir setiap hari jemaat tidak ada dirumah begitu juga hari minggu.Sebagai pelayan Tuhan kami seolah-olah gagal pelayanan disana,karena meskipun kami sudah berusaha member penjelasan agar jangan melupakan hari Sabat,tetapi itu tidak terlalu di indahkan karena urusan pribadi mereka.

Jemaat yang kami layani memang tidak sebanyak pertama PI masuk disana. Awalnya berjumlah 14 KK menjadi 5 KK yang masiih mau kami layani dan datang ke Gereja. Sesuai informasi yang saya dengar jemaat-jemaat sudah tidak mau ibadah lagi dikarena kan masalah pribadi antara jemaat yang satu dengan jemaat yang lain karena ketidak samaan pendapat.

PI memang sudah lama masuk didesa Nekan yang diimulai tahun 2000 hingga sekarang,tapi yang sungguh disanyangkan perbedaan tetap ada antara Kristen Katolik dan Kristen protestan. Meskipun sama-sama Kristen mereka tidak menyukainya,karena yang pada awalnya beragama katolik pindah menjadi Protestan.

Awalnya ketika GKSI masuk disana perbedaan itu sangat tampak,tetapi ketika alumni-alumni itu pelayanan disana perbedaan itu tampak berkurang dan itu karena Anugerah Tuhan yang selalu menyertai.

b. Pelayanan anak sekolah minggu

Anak sekolah yang saya layani mayoritas beragama katolik. Dan selama saya melayani disektor Entikong,pada dasarnya anak-anak disana semanggat sekali jika diadakannya sekolah minggu meskipun sekolah minggu diadakan hari saptu sore. Yang menjadi hambatannya yaitu ada anak-anak tertentu yang dilarang orang tuanya untuk mengikuti sekolah minggu tapi ada juga orang tuanya yang senang jika anaknya mengikuti sekolah karena orang tuanya tahu bahwa sekolah minggu mengajarkan hal-hal yang baik.

c. Mengajar Di PAUD SETIA

Saya bersyukur karena dipercayakan membantu mengajar PAUD,karena itu merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya. Anak-anak PAUD juga mayoritas beragama katolik,dan muridnya berjumlah 20 orang yaitu:Tiara,Prety,Sepa,Tesa,Oni,Ela,Tiani, Meri,Tendi,Kendil,Belo,Tanjung,Sangkong,Nabil,Indera,Afril,Kesi,Aldi,Kis,dll.Selama saya membantu mengajar di PAUD(pendidikan anak usia dini) saya banyak belajar seperti apa sifat anak-anak itu. Adanya PAUD merupakan suatu cara yang sudah Tuhan persiapkan bagi hamba-hamba nya untuk mempermudah pelayanan disana karena mayoritas murid-murudnya beragma Katolik jadi otomatis hubungan Agama Kristen Protestan dan Kristen Katolik menjadi semakin membaik karena banyak waktu untuk dapat berkomunikasi dengan mereka meskipun dalam topik lain. Masalah pembayaran kami tidak terlalu menuntut,tapi kami masih memberikan biaya sebesar Rp 8000 per/bln karena untuk biaya dalam proses belajar mengajar.

II.Habatan-hambatan

· Karena masalah pribadi banyak jemaat yang tidak mau ibadah lagi

· Adat istiadat yang masih sangat kuat mereka anut

· Lingkungan terlalu berpengaruh sehingga banyak anak-anak yang tidak mau sekolah lagi

· Pergaulan yang salah

· Agama tidak terlalu diutamakan tetapi adat istiadat dan budaya setempat

Itulah habatan-habatan yang sangat terasa dan dapat dirasakan dan itu fakta yang terjadi ditempat pelayanan saya,jemaat sebenarnya rajin untuk datang beribadah tetapi karena masalah pribadi,dan juga adat-adat yang masih mereka pegang sehinnga sering kali ibadah dihari minggu tidak mereka ikuti karena kepentingan mereka juga harus dilaksanakan pada hari minggu itu juga. Sama hal dengan sekolah minggu sering kali acara-acara adat dilaksanakan pada hari saptu jadi otomatis tidak ada anak-anak yang datang sekolah minggu.

III. Perkembangan dan hasil pelayanan

Semasa praktek kerja lapangan(PKL) saya sangat bersyukur karena pertolongan Tuhan tidak berhenti dalam kehidupan saya.Disana saya hanya membantu pelayan saja,karena memang sudah ada pelayan Tuhan disana,dan puji syukur selama saya disana semua pelayanan dapat berjalan dengan baik. Dan bagi jemaat-jemaat adanya kepedulian dengan hamba-hamba Tuhan yang ada dalam hal memberi meskipun tidak semuanya bisa melakukan itu. Begitu juga dengan PAUD yang kami tangani sekaligus ajarkan dari segi kemampuan yang mereka miliki,sungguh kami bangga karena apa yang diajarkan dapat mereka mengerti dan semuanya pintar-pintar meskiipun ada sebagian yang tidak mempunyai kemampuan seperti itu.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Selama praktek kerja lapangan(PKL) yang hampir satu tahun saya jalani.Semuanya dapat terselesaikan dengan baik seperti pelayanan jemaat,anak sekolah minggu,dan mengajar di PAUD. Meski terkadang semuanya terasa sulit tetapi karena Tuhan semua terasa menyenangkan dan sangat memberkati saya. Yang sangat tidak bisa dilupakan yaitu banyak pelajaran-pelajaran yang dapat saya petik yang dapat membuat diri saya sendiri berubah dan semakin mengerti bahwa hidup itu tidak mudah tapi jika berjalan bersama Tuhan semua sangat indah.

B. Saran ke Sekolah

Sebagai mahaiswi saya sangat bersyukur karena saya bisa belajar di SETIA Ngabang dan dapat diterima disana sebagai mahasiswi. Dan selama 3 tahun saya belajar di SETIA banyak hal yang dapat saya pelajari karena disana kita benar-benar diajar dan dipersiapkkan sebagai hamba Tuhan yang benar-benar mau bekerja keras dan berusaha.Pembentukan yang saya rasakan benar-benar bisa mengubah hidup saya sehingga saya masih bisa belajar sampai sekarang. Dan harapan dan saran saya untuk SETIA Ngabang yaitu:

1. Harapan :Ingin kedepannya SETIA Ngabang menjadi lebih baik lagi dan dapat benar-benar melahirkan calon-calon hamba Tuhan yang benar-benar mau melayani dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dan saya sangat bangga dapat belajar di SETIA Ngabang karena dapat merubah hidup saya.

2. Saran kesekolah

Saran saya sebagai mahasisiwi yang sudah lama belajar di SETIA yaitu:

§ Agar SETIA terutama dalam peraturan lebih dipertegas lagi karena akhir-akhir ini paraturan-paraturan itu semakin kendor dan semakin diremehkan oleh mahasiswa/i.

Tags: Gereja

0 komentar

Posting Komentar