KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menolong,memberi kesempatan,menyertai dan memberikan hikmat serta kemampuan,sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pelayanan ini dengan baik.
Penulis sangat menyadari bahwa segala sesuatu tidak ada yang sempurna,begitu juga dalam pembuatan laporan pelayanan ini,tidak terhindar dari kesulitan-kesulitan seperti berbagai informasi yang harus dikumpulkan guna memenuhi syarat-syarat pembuatan laporan pelayanan ini. Tapi semuanya dapat terlewati dengan baik dan saya dapat menyelesaikannya laporan pelayanan ini hanyalah karena pertolongan dan anugerah dari Tuhan Yesus Kristus,serta tidak terlepas dari dukungan doa dari anak-anak Tuhan.
Penulis(Siskalianti) juga ingin mengucapkan terima kasih karena atas dukungan doanya,sehingga saya dapat menyelesaikan PKL(praktek kerja lapangan)saya selama 1 tahun dengan baik. Maka sudah seharusnya saya mengucapkan terima kasih atas dukungan doa yang sudah diberikan kepada saya:
1. Pdt.Dr.Matheus Mangentang.M.Th ketua kehormatan SETIA
2. Pdt.Dr. Paulina Song Kwang OK direktur SETIA Ngabang
3. Pdt.Markus Amid.M.Div ketua SETIA Ngabang
4. Vic.Marinus Gulo,S.Th bidang akademik SETIA Ngabang
5. Ev.Henni Somantik.S.Th dan Ev Simai S.Th ibu asrama dan seluruh staf dosen
6. Teman-teman dan seluruh Mahasiswa/I SETIA Ngabang
7. Keluarga Tercinta
BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Gereja
Gereja adalah kumpulan orang-orang percaya. Dan ketika pengutusan tanggal 25 agustus 2009,saya dipercayai pelayanan di Sektor Entikong desa Nekan Kabupaten Sanggau.Desa Nekan memiliki penduduk 300 KK,tapi mayoritas beragama Kristen Katolik dicampur orang-orang pendatang yang beragama non Kristen.Karena mayoritas penduduk disana beragama Kristen Katolik dan yang kami layani hanya sebagian kecil saja yang beragama Kristen Protestan.
Pada awalnya didesa ini tidak ada orang-orang yang beragama Kristen Protestan,tapi pada tahun 2000 ada seorang hamba Tuhan GBI masuk disana dan memulai perintisan disana.Palayanannya tidak sia-sia hingga ada 14 KK yang mau berpindah agama dari katolik menjadi Kristen protestan. Hampir 1 tahun lebih hamba Tuhan ini pelayanan ia memutuskan untuk mencari pelayan baru yang mau mengantikan dia pelayanan di desa Nekan,karena alasan nya rumah dan tempat pelayanan sangat jauh apalagi harus PP setiap pelayanannya.
Menurut cerita yang saya dengar ketika hamba Tuhan ini pulang dari tempat pelayanan,dia bertemu Ev Idarwati hamba Tuhan GKSI dan ia menawarkan pelayanan di desa Nekan.Ibu Idarwati pun menyangupinya,tetapi hamba Tuhan ini tidak tahu kalau ibu Idarwati dari GKSI.Semuanya berjalan dengan baik karena hanya melanjutkkan pelayanan yang sudah ada.Tetapi ketika hamba Tuhan GBI ini kalau ibu Idarwati dari GKSI hamba Tuhan ini marah dan menyesal dan mengatakan “merebut domba-dombanya, tapi itulah rencana Tuhan.
Selama hampir 2 tahun ibadah hanya dilaksanakan di rumah jemaat dan pada tanggal 16 september 2003 Gereja mulai dibangun dengan dana yang diperoleh melalui proposal yang di ajukan oleh Pdt Toton Supriadi(Ketua Sektor Entikong) dan pelayan baru yaitu Ev Agus Hulu yang mengantikan Ev Idarwati.Gereja itu diberi nama “GKSI Sola Fide Nekan”.
BAB II
KEGIATAN-KEGIATAN SEMASA PELAYANAN DAN HAMBATANNYA
I.Kegiatan-Kegiatan
Adapun kegiatan-kegiatan yang saya lakukan selama masa pelayanan satu tahun yaitu: Pelayanan Gereja dan jemaat,sekolah minggu,dan mengajar di PAUD SETIA.
a. Pelayanan di Gereja dan Jemaat
Selama hampir satu tahun saya melayani di GKSI Nekan,banyak sekali pelajaran yang bias saya petik dan sangat bermanfaat bagi saya. Disana saya tidak pelayanan sendiri,karena sebelumnya memang sudah ada 2 orang alumni disana yaitu Ev Daniel.STh alumni SETIA Jakarta dan Ev Hendarto.D.Th Alumni SETIANgabang.Dan saya tinggal dengan jemaat. Disana kami hanya melayani 5 jemaat saja yaitu Kel pak Manto(ketua majelis),Kel pak Erwin,Kel pak Lilin,Kel Pak Tihun dan Kel Beno,inilah nama-nama Keluarga yang kami layani di tambah pelayanan di PAUD setiap harinya.
Meskipun pertama saya datang semuanya tampak sulit dan tidak mudah tapi semuanya berjalan dengan baik.Tetapi yang sangat mengecewakan pada awal saya dating semua jemaat tampak rajin datang beribadah diGereja tapi lama- kelamaan semakin hari semakin berkurang,itu semua dikarenakan mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi mereka yang tidak bias mereka utamakan. Apalagi ketika musim berladang hampir setiap hari jemaat tidak ada dirumah begitu juga hari minggu.Sebagai pelayan Tuhan kami seolah-olah gagal pelayanan disana,karena meskipun kami sudah berusaha member penjelasan agar jangan melupakan hari Sabat,tetapi itu tidak terlalu di indahkan karena urusan pribadi mereka.
Jemaat yang kami layani memang tidak sebanyak pertama PI masuk disana. Awalnya berjumlah 14 KK menjadi 5 KK yang masiih mau kami layani dan datang ke Gereja. Sesuai informasi yang saya dengar jemaat-jemaat sudah tidak mau ibadah lagi dikarena kan masalah pribadi antara jemaat yang satu dengan jemaat yang lain karena ketidak samaan pendapat.
PI memang sudah lama masuk didesa Nekan yang diimulai tahun 2000 hingga sekarang,tapi yang sungguh disanyangkan perbedaan tetap ada antara Kristen Katolik dan Kristen protestan. Meskipun sama-sama Kristen mereka tidak menyukainya,karena yang pada awalnya beragama katolik pindah menjadi Protestan.
Awalnya ketika GKSI masuk disana perbedaan itu sangat tampak,tetapi ketika alumni-alumni itu pelayanan disana perbedaan itu tampak berkurang dan itu karena Anugerah Tuhan yang selalu menyertai.
b. Pelayanan anak sekolah minggu
Anak sekolah yang saya layani mayoritas beragama katolik. Dan selama saya melayani disektor Entikong,pada dasarnya anak-anak disana semanggat sekali jika diadakannya sekolah minggu meskipun sekolah minggu diadakan hari saptu sore. Yang menjadi hambatannya yaitu ada anak-anak tertentu yang dilarang orang tuanya untuk mengikuti sekolah minggu tapi ada juga orang tuanya yang senang jika anaknya mengikuti sekolah karena orang tuanya tahu bahwa sekolah minggu mengajarkan hal-hal yang baik.
c. Mengajar Di PAUD SETIA
Saya bersyukur karena dipercayakan membantu mengajar PAUD,karena itu merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya. Anak-anak PAUD juga mayoritas beragama katolik,dan muridnya berjumlah 20 orang yaitu:Tiara,Prety,Sepa,Tesa,Oni,Ela,Tiani, Meri,Tendi,Kendil,Belo,Tanjung,Sangkong,Nabil,Indera,Afril,Kesi,Aldi,Kis,dll.Selama saya membantu mengajar di PAUD(pendidikan anak usia dini) saya banyak belajar seperti apa sifat anak-anak itu. Adanya PAUD merupakan suatu cara yang sudah Tuhan persiapkan bagi hamba-hamba nya untuk mempermudah pelayanan disana karena mayoritas murid-murudnya beragma Katolik jadi otomatis hubungan Agama Kristen Protestan dan Kristen Katolik menjadi semakin membaik karena banyak waktu untuk dapat berkomunikasi dengan mereka meskipun dalam topik lain. Masalah pembayaran kami tidak terlalu menuntut,tapi kami masih memberikan biaya sebesar Rp 8000 per/bln karena untuk biaya dalam proses belajar mengajar.
II.Habatan-hambatan
· Karena masalah pribadi banyak jemaat yang tidak mau ibadah lagi
· Adat istiadat yang masih sangat kuat mereka anut
· Lingkungan terlalu berpengaruh sehingga banyak anak-anak yang tidak mau sekolah lagi
· Pergaulan yang salah
· Agama tidak terlalu diutamakan tetapi adat istiadat dan budaya setempat
Itulah habatan-habatan yang sangat terasa dan dapat dirasakan dan itu fakta yang terjadi ditempat pelayanan saya,jemaat sebenarnya rajin untuk datang beribadah tetapi karena masalah pribadi,dan juga adat-adat yang masih mereka pegang sehinnga sering kali ibadah dihari minggu tidak mereka ikuti karena kepentingan mereka juga harus dilaksanakan pada hari minggu itu juga. Sama hal dengan sekolah minggu sering kali acara-acara adat dilaksanakan pada hari saptu jadi otomatis tidak ada anak-anak yang datang sekolah minggu.
III. Perkembangan dan hasil pelayanan
Semasa praktek kerja lapangan(PKL) saya sangat bersyukur karena pertolongan Tuhan tidak berhenti dalam kehidupan saya.Disana saya hanya membantu pelayan saja,karena memang sudah ada pelayan Tuhan disana,dan puji syukur selama saya disana semua pelayanan dapat berjalan dengan baik. Dan bagi jemaat-jemaat adanya kepedulian dengan hamba-hamba Tuhan yang ada dalam hal memberi meskipun tidak semuanya bisa melakukan itu. Begitu juga dengan PAUD yang kami tangani sekaligus ajarkan dari segi kemampuan yang mereka miliki,sungguh kami bangga karena apa yang diajarkan dapat mereka mengerti dan semuanya pintar-pintar meskiipun ada sebagian yang tidak mempunyai kemampuan seperti itu.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Selama praktek kerja lapangan(PKL) yang hampir satu tahun saya jalani.Semuanya dapat terselesaikan dengan baik seperti pelayanan jemaat,anak sekolah minggu,dan mengajar di PAUD. Meski terkadang semuanya terasa sulit tetapi karena Tuhan semua terasa menyenangkan dan sangat memberkati saya. Yang sangat tidak bisa dilupakan yaitu banyak pelajaran-pelajaran yang dapat saya petik yang dapat membuat diri saya sendiri berubah dan semakin mengerti bahwa hidup itu tidak mudah tapi jika berjalan bersama Tuhan semua sangat indah.
B. Saran ke Sekolah
Sebagai mahaiswi saya sangat bersyukur karena saya bisa belajar di SETIA Ngabang dan dapat diterima disana sebagai mahasiswi. Dan selama 3 tahun saya belajar di SETIA banyak hal yang dapat saya pelajari karena disana kita benar-benar diajar dan dipersiapkkan sebagai hamba Tuhan yang benar-benar mau bekerja keras dan berusaha.Pembentukan yang saya rasakan benar-benar bisa mengubah hidup saya sehingga saya masih bisa belajar sampai sekarang. Dan harapan dan saran saya untuk SETIA Ngabang yaitu:
1. Harapan :Ingin kedepannya SETIA Ngabang menjadi lebih baik lagi dan dapat benar-benar melahirkan calon-calon hamba Tuhan yang benar-benar mau melayani dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dan saya sangat bangga dapat belajar di SETIA Ngabang karena dapat merubah hidup saya.
2. Saran kesekolah
Saran saya sebagai mahasisiwi yang sudah lama belajar di SETIA yaitu:
§ Agar SETIA terutama dalam peraturan lebih dipertegas lagi karena akhir-akhir ini paraturan-paraturan itu semakin kendor dan semakin diremehkan oleh mahasiswa/i.
| ||
| Top | |
|
Kehidupan Yesus
Periode ini dimulai sejak kelahiran Yesus hingga kematian dan kebangkitan Yesus, kurang lebih dari 4 SM hingga 33 M.
Yesus dilahirkan sekitar tahun 4 SM dan menjadi dewasa di Nazareth, Galilea; setelah ia berumur tiga puluh tahun, dimulailah pelayanan Yesus selama tiga tahun termasuk merekrut keduabelas rasul, melakukan mujizat, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan membangkitkan orang mati; Yesus dihukum dengan cara disalib oleh karena hasutan pemimpin-pemimpin agama yang tidak suka dengan ajaran Yesus yang dianggap bertentangan dengan ajaran mereka. Ia disalibkan di Bukit Golgota, Yerusalem sekitar tahun 29-33 oleh perintah Gubernur Provinsi Yudea Romawi, Pontius Pilatus dan setelah disalibkan, Yesus mati dan dikuburkan di gua batu. Umat Kristiani percaya bahwa Yesus bangkit dari mati pada hari ketiga setelah kematiannya dan menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saksi mata. Empat puluh hari kemudian Ia naik ke surga dengan disaksikan orang banyak. Umat Kristiani juga percaya bahwa para imam Yahudi yang ketakutan menyogok para penjaga kubur untuk menyebarkan kabar bohong bahwa Yesus tidak bangkit melainkan mayatnya dicuri oleh para muridnya. Kelima hal ini (lahir, pelayanan, mati, bangkit, naik ke surga) adalah intisari kekristenan.
Informasi utama tentang kehidupan Yesus berasal dari keempat Injil dan tulisan-tulisan Paulus serta murid-murid Yesus yang lain yang secara kolektif disebut buku Perjanjian Baru.
[sunting] Gereja mula-mula
Periode ini dimulai sejak dimulainya pelayanan rasul Petrus, Paulus dan lain-lainnya dalam memberitakan kisah Yesus hingga bertobatnya Kaisar Konstantinus I, kurang lebih tahun 33 hingga 325. Pada periode ini gereja dan orang-orang Kristen mengalami penganiayaan, terutama penganiayaan fisik, namun bapak-bapak gereja mulai menulis tulisan-tulisan Kristen yang pertama dan ajaran-ajaran yang menyeleweng yang bermunculan diatasi.
| Kunci: | Gereja Katolik | Gereja Ortodoks | Gereja Anglikan | Gereja Protestan | Kekristenan/gereja secara umum |
|---|
| Tahun | Tokoh | Tempat | Deskripsi singkat |
|---|---|---|---|
| 64 | Kaisar Nero | Roma | Kebakaran hebat terjadi di Roma. Kaisar Nero menyalahkan orang Kristen dan menimbulkan penganiayaan Lihat pula: Penganiayaan terhadap orang Kristen |
| 70 | Titus Flavius Vespasianus | Yerusalem | Kaisar Titus menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah. Perpecahan antara kekristenan dan penganut agama Yahudi (Judaisme) Lihat pula: Pemberontakan Yahudi |
| 150 | Yustinus Martir | Yudea | Yustinus Martir menulis Liber Apologeticus - "Apologi Pertama" yang membantu memajukan usaha kekristenan untuk menjawab filsafat-filsafat lainnya Lihat pula: Penulis Kristen |
| 156 | Polikarpus | Smyrna | Uskup Polikarpus yang berusia 86 tahun menjadi martir yang menjadikan orang Kristen semakin berdiri teguh di bawah penganiayaan Lihat pula: Martir Kristen |
| 177 | Ireneus | Lyons | Ireneus menjadi Uskup Lyons dan memerangi ajaran-ajaran sesat yang merundung gereja Lihat pula: Gnostik |
| 196 | Tertulianus | Kartago | Tertulianus mulai menulis tulisan-tulisannya yang menjadikannya digelari "Bapak Teologi Latin" Lihat pula: Tritunggal |
| 205 | Origenes | Alexandria | Origenes dari Afrika Utara yang sangat bertalenta memulai tulisannya yang berpengaruh. Ia mengepalai sekolah katekisasi di Alexandria |
| 251 | Siprianus | Kartago | Siprianus, uskup dari Kartago menerbitkan hasil karyanya yang penting tentang "Persatuan di Dalam Gereja." Ia menjadi martir pada tahun 258 |
| 270 | Antonius | Mesir | Antonius memberikan harta bendanya dan mulai hidup sebagai pertapa, suatu peristiwa kunci yang melatarbelakangi kerahiban Lihat pula: Ordo kerahiban |
[sunting] Gereja di bawah Kekaisaran Romawi
Periode ini dimulai sejak pertobatan Kaisar Konstantinus I dan menjadikan Kristen sebagai agama resmi Romawi, hingga dimulainya Abad Pertengahan, yaitu ketika Kaisar Romawi terakhir, Romulus Agustus dijatuhkan, kira-kira tahun 313 hingga 476. Pada periode ini Kepausan mulai berkembang, orang-orang Kristen tidak dianiaya sekejam dulu lagi, agama dan politik mulai bercampur jadi satu, dan Alkitab bahasa Latin yang memuat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dikanonisasi.
| Kunci: | Gereja Katolik | Gereja Ortodoks | Gereja Anglikan | Gereja Protestan | Kekristenan/gereja secara umum |
|---|
| Tahun | Tokoh | Tempat | Deskripsi singkat |
|---|---|---|---|
| 312 | Konstantinus I | Roma | Kaisar Konstantinus I menjadi Kristen setelah mendapat penglihatan salib dan menjadi pembela dan pelindung kaum Kristen yang tertindas |
| 325 | Konstantinus I | Nicea | Konsili Nicea I menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam debat dan merumuskan doktrin yang menjelaskan tentang siapa Yesus sesungguhnya |
| 367 | Athanasius | Aleksandria | Athanasius menulis "Surat Paskah" yang mengakui Kanon Perjanjian Baru yang menegaskan buku yang sama yang saat ini digunakan |
| 385 | Ambrosius | Milan | Uskup Ambrosius membantah Permaisuri Kaisar Theodosius di Milan. Gereja akan membantah negara jika dibutuhkan untuk melindungi ajaran Kristen dan melawan segala tindakan jahat |
| 387 | Agustinus Hippo | Milan | Agustinus menjadi orang Kristen. Tulisannya menjadi landasan Abad Pertengahan. Buku Pengakuan (Confessionum) dan Kota Allah (De Civitate Dei) masih banyak dibaca saat ini |
| 398 | Yohanes Krisostomus | Konstantinopel | Yohanes Krisostomus, si pendeta "berlidah emas", menjadi uskup Konstantinopel dan memimpin gereja di dalam berbagai kontroversi |
| 405 | Eusebius Hieronimus | Roma | Hieronimus menyelesaikan karyanya Alkitab Vulgata yang menjadi standar untuk seribu tahun ke depan |
| 432 | Patrick | Irlandia | Patrick menjalani misi ke Irlandia ─ setelah dibawa ke sana pada saat mudanya menjadi budak. Ia kembali dan memimpin orang Irlandia dalam jumlah besar menjadi Kristen |
| 451 | Paus Leo I | Khalsedon | Konsili Khalsedon menegaskan ajaran ortodoks bahwa Yesus adalah Allah dan manusia dan keduanya adalah satu Orang |
[sunting] Gereja pada Abad Pertengahan
Periode ini dimulai sejak berakhirnya kekuasaan Kaisar Romawi Barat hingga dimahkotainya Charlemagne menjadi Kaisar Eropa Barat, kira-kira tahun 476 hingga hari Natal tahun 800. Pada periode ini gereja, terutama Kepausan, mengalami kemunduran moral. Para Paus dipaksa untuk terlibat lebih dalam lagi dalam politik, yang seringkali kotor, dan harus mengimbangi keinginan Kekaisaran Romawi Timur dan pemerintahan bangsa barbar di Barat. Meskipun kebanyakan orang Kristen pada periode ini bermukim di Asia Minor, namun penyebaran Injil terus dilakukan ke berbagai pelosok Eropa yang akan mempengaruhi sejarah Abad Pertengahan.
| Kunci: | Gereja Katolik | Gereja Ortodoks | Gereja Anglikan | Gereja Protestan | Kekristenan/gereja secara umum |
|---|
| Tahun | Tokoh | Tempat | Deskripsi singkat |
|---|---|---|---|
| 529 | Benediktus | Monte Cassino | Benedict dari Nursia mendirikan ordo kerahiban ─ "pemerintahannya" menjadi yang paling berpengaruh selama berabad-abad ke depan |
| 563 | Kolumba | Skotlandia | Columba menjalani misi ke Skotlandia Ia mendirikan pusat misi kerahiban yang melegenda di Iona |
| 590 | Paus Gregorius I | Roma | Paus Gregorius I digelari "Yang Agung." Kepemimpinannya secara nyata memajukan perkembangan kepausan |
| 664 | Sinode Whitby | Inggris | Sinode Whitby menentukan bahwa gereja Inggris akan menjadi di bawah otoritas gereja Roma |
| 716 | Bonifakus | Jermania | Bonifakus, "rasul untuk Jerman", pergi menjadi misionaris dan membawa Injil ke daerah-daerah kafir (pagan) |
| 763 | Beda | Inggris | Venerabilis Beda menyelesaikan karyanya yang teliti dan penting "Sejarah Gerejawi Bangsa Inggris" (Historia Ecclesiastica Gentis Anglorum) |
| 732 | Charles Martel | Tours | Charles Martel menghentikan penyerbuan Muslim yang mengancam Eropa |
[sunting] Gereja pada awal mula Eropa
Periode ini dimulai sejak penahbisan Karel Agung sebagai Kaisar Eropa Barat hingga kejatuhan Kekaisaran Romawi Timur dengan direbutnya Konstantinopel oleh bangsa Turki (1453) dan Reformasi Protestan, kira-kira tahun 800 hingga 1500. Pada mulanya, hampir seluruh Eropa Barat di bawah kekuasaan Kaisar Kristen, Karel Agung. Misionaris-misionaris mulai dikirim ke Eropa Timur dan Rusia, biarawan-biarawan mulai membuat perubahan dari dasar setelah melihat keadaan gereja yang memburuk, dan Perang Salib dengan bangsa Asia dimulai, namun universitas mulai dibuka sehingga tidak hanya para rahib namun rakyat biasa juga dapat membaca dan menulis. Selain itu terjadi perpisahan antara gereja Katolik Barat di Eropa Barat dan gereja Ortodoks Timur di Asia Kecil.
| Kunci: | Gereja Katolik | Gereja Ortodoks | Gereja Anglikan | Gereja Protestan | Kekristenan/gereja secara umum |
|---|
| Tahun | Tokoh | Tempat | Deskripsi singkat |
|---|---|---|---|
| 800 | Karel Agung | Aachen | Charles yang Agung diangkat menjadi Kaisar oleh Paus pada hari Natal. Ia memajukan gereja, pendidikan, dan kebudayaan Eropa |
| 863 | Siril dan Metodius | Slavia | Siril dan Metodius, dua orang Yunani bersaudara, menginjili orang Slav. Siril mengembangkan aksara Sirilik, dasar bahasa Slavik yang masih dipakai di gereja Rusia |
| 909 | William yang Saleh | Aquitaine | Di Cluny didirikan sebuah biara, pusat reformasi. Pada pertengahan abad ke-12, terdapat lebih dari seribu rumah di bawah asuhan biara Cluny |
| 988 | Vladimir I | Kiev | Pangeran Vladimir dari Kiev menjadi Kristen ─ ia mencari agama-agama di dunia dan memilih Ortodoksi untuk menyatukan dan membimbing rakyat Rusia |
| 1054 | Paus Leo IX | Eurasia | Setelah berabad-abad gereja Timur dan Barat merupakan gereja tunggal, akhirnya perpisahan tersebut terjadi yang berlangsung hingga hari ini |
| 1093 | Anselmus | Canterbury | Anselmus menjadi Uskup Agung Canterbury. Seorang rahib yang tekun dan teologian yang handal, ia menyelidiki "Mengapa Allah Menjadi Manusia" (Cur Deus Homo) |
| 1095 | Paus Urbanus II | Clermont | Paus Urbanus II menyerukan Deus Vult! - "Allah menghendakinya!" dan dengan itu memulai Perang Salib yang mengakibatkan banyak peperangan yang tragis |
| 1115 | Bernardus | Clairvaux | Bernardus mendirikan biara di Clairvaux. Ia dan biara tersebut menjadi pusat spiritual dan pengaruh politik yang besar |
| 1150 | Petrus Abelardus | Paris | Universitas Paris dan Universitas Oxford didirikan dan menjadi inkubator Abad Pencerahan dan reformasi Protestan dan menjadi model pola pendidikan modern |
| 1173 | Peter Waldo | Perancis | Peter Waldo mendirikan gerakan Waldenisme/Waldensian/Kaum Walden, gerakan reformasi sebelum era Martin Luther yang memberi penekanan pada kemiskinan, khotbah, dan Alkitab. Mereka akhirnya dituduh sebagai penganut ajaran sesat oleh gereja pada saat itu |
| 1206 | Fransiskus Bernardone | Assisi | Fransiskus dari Assisi meninggalkan segala kekayaan dunia dan memimpin sekelompok rahib miskin mengajarkan cara hidup sederhana |
| 1215 | Paus Innocentius III | Roma | Konsili Lateran Keempat mengenai ajaran sesat, meneguhkan doktrin Katolik Roma dan menguatkan otoritas Paus |
| 1273 | Thomas Aquinas | Cologne | Thomas Aquinas menyelesaikan karyanya Summa Theologica (Ringkasan Teologi), mahakarya teologis pada Abad Pertengahan |
| 1321 | Dante Alighieri | Italia | Dante menyelesaikan Divina Commedia (Komedi Ilahi), karya literatur Kristen terbesar pada Abad Pertengahan |
| 1378 | Katarina Siena | Roma | Katarina dari Siena pergi ke Roma untuk membantu proses penyembuhan akibat Pemisahan Kepausan. Sebagian karena pengaruhnya maka kepausan kembali ke Roma dari Avignon |
| 1387 | John Wycliffe | Inggris | John Wycliffe diasingkan dari Oxford dan mengepalai penerjemahan Alkitab bahasa Inggris. Ia akhirnya disebut sebagai "Bintang Fajar Reformasi" |
| 1415 | Jan Hus | Konstanz | Jan Hus dihukum dan dibakar pada tiang pancang oleh Konsili Konstanz |
| 1456 | Johann Gutenberg | Strasburg | Johann Gutenberg membuat Alkitab cetak untuk pertama kalinya, dan percetakannya menjadi katalis di era yang baru untuk memilah-milah ide, informasi, dan teologi baru |
| 1478 | Ferdinand II | Spanyol | Inkuisisi Spanyol didirikan di bawah Ferdinand dan Isabella untuk melawan penyebaran ajaran sesat |
| 1498 | Girolamo Savonarola | Florence | Girolamo Savonarola seorang reformator berapi-api Ordo Dominikan dari Florence, dihukum mati |
| 1512 | Michelangelo Buonarroti | Vatikan | Michelangelo Buonarroti menyelesaikan mahakaryanya yaitu langit-langit Kapel Sistine di kota suci Vatikan |
[sunting] Reformasi Protestan di Eropa
Periode ini diwarnai oleh tokoh-tokoh yang membawa pembaruan dalam gereja Katolik Roma, kira-kira tahun 1517 hingga 1600. Tokoh-tokoh Reformasi seperti Martin Luther, Yohanes Calvin, John Knox, pada akhirnya mengakhiri dominasi para uskup dan biarawan dalam mempelajari Alkitab. Reformasi Protestan menyebabkan Kontra-Reformasi dan reformasi lainnya di Eropa Barat, sementara penemuan benua Amerika menyebabkan kaum Protestan yang dianiaya di Eropa, terutama Inggris, melarikan diri ke Amerika dan memulai negara baru yang berlandaskan kekristenan. Dalam waktu seratus tahun, terjadi lebih banyak peristiwa-peristiwa penting dari abad-abad sebelumnya, dan seluruh Eropa Barat terancam perang saudara. Di Inggris, Perancis, Spanyol, Swiss, Skotlandia, pertentangan antara bangsawan dan penguasa Kristen dan Katolik menyebabkan pertumpahan darah.
| Kunci: | Gereja Katolik | Gereja Ortodoks | Gereja Anglikan | Gereja Protestan | Kekristenan/gereja secara umum |
|---|
| Tahun | Tokoh | Tempat | Deskripsi singkat |
|---|---|---|---|
| 1517 | Martin Luther | Wittenberg | Martin Luther memakukan 95 dalil Luther, sebuah undangan sederhana untuk debat cendekiawan yang secara tidak sengaja menjadi sebuah "engsel sejarah" |
| 1523 | Ulrich Zwingli | Swiss | Ulrich Zwingli, sebaya Luther, memimpin Reformasi Swiss dari tempat ia menjadi pastor di Zürich |
| 1525 | tidak ada | Eropa | Gerakan Anabaptis dimulai. "Reformasi radikal" ini bersikeras akan adanya baptisan orang percaya dan pemisahan gereja dan negara |
| 1534 | Henry VIII | Inggris | Henry VIII mengeluarkan Aksi Supremasi yang mengangkat raja Inggris, bukan Paus, menjadi kepala gereja Inggris |
| 1536 | Yohanes Calvin | Jenewa | Yohanes Calvin menerbitkan Christianae Religionis Institutio (Institusi Agama Kristen), hasil karya teologis terbesar dalam Reformasi |
| 1540 | Ignatius Loyola | Loyola | Ordo Serikat Yesus (Yesuit) disetujui oleh Vatikan. Pendirinya adalah Ignatius Loyola. Mereka memberikan pelayanan mereka sepenuhnya ke tangan Paus |
| 1545 | Paus Paulus III | Trente | Konsili Trente dibuka oleh Gereja Katolik untuk menjawab masalah-masalah dan menyediakan sarana untuk Reformasi Katolik |
| 1534 | Thomas Cranmer | Inggris | Cranmer menulis Buku Doa Umum untuk gereja Inggris |
| 1559 | John Knox | Skotlandia | John Knox kembali ke Skotlandia untuk memimpin reformasi di sana, setelah masa pengasingannya di Jenewa tempat Calvin berada |
| 1572 | Kaum Huguenot | Perancis | Pembantaian Hari Santo Bartolomeus menjadi saksi pembantaian puluhan ribu kaum Protestan Huguenot di Perancis |
| 1608 | John Smyth | Amsterdam | John Smyth, pendeta Anglikan yang menjadi Separatis, membaptis jemaat "Baptis" yang pertama |
| 1611 | Raja James | Inggris | Penerbitan Alkitab Versi Raja James pertama yang disusun oleh 54 ahli selama empat tahun |
| 1620 | Kaum Separatis | Massachussets | Para Peziarah menandatangani Perjanjian Mayflower dan mendedikasikan diri mereka untuk kebaikan bersama, menjunjung solidaritas kelompok, dan membela rekonsiliasi Kristen |
| 1628 | Jan Komenius | Polandia | Jan Komenius diasingkan dari tanah kelahirannya dan mengembara sepanjang hidupnya, menyebarkan ajaran reformasi dan memohon rekonsiliasi Kristen |
| 1628 | Oliver Cromwell | Westminster | Pengakuan Westminster disusun di Ruang Yerusalem di dalam Westminster Abbey |
| 1648 | George Fox | Inggris | George Fox mendirikan Perkumpulan Agama Sahabat, yang sering dikenal dengan nama Quacker atau "Kaum Quaker." Mereka berusaha untuk hidup sederhana, menentang peperangan, dan menjauhi ibadah formal |
[sunting] Gereja pada Abad Penjelajahan dan Abad Penerangan
Sejak abad ke-17, penjelajah-penjelajah dari Eropa menjelajahi seluruh dunia dan pada saat yang bersamaan membawa iman mereka ke seluruh dunia. Terkadang penduduk asli yang mereka datangi dipaksa menerima iman mereka di bawah ancaman senapan, namun mayoritas pertobatan yang terjadi di luar Eropa adalah berkat jasa-jasa para misionaris tak bernama baik Kristen maupun Katolik, yang tinggal dan mengajar masyarakat setempat.
| Kunci: | Gereja Katolik | Gereja Ortodoks | Gereja Anglikan | Gereja Protestan | Kekristenan/gereja secara umum |
|---|
| Tahun | Tokoh | Tempat | Deskripsi singkat |
|---|---|---|---|
| 1662 | Rembrandt | Belanda | Rembrandt menyelesaikan lukisan Kembalinya Anak yang Hilang |
| 1675 | Philip Jacob Spener | Frankfurt | Philip Jacob Spener menerbitkan Pia Desideria |
| 1678 | John Bunyan | Inggris | John Bunyan menerbitkan The Pilgrim's Progress |
| 1685 | Johann Sebastian Bach dan George Frederic Handel | Jerman | Bach dan Handel dilahirkan |
| 1707 | Isaac Watts | Inggris | Isaac Watts menerbitkan Hymns and Spritual Songs |
| 1727 | dimulai oleh Jan Amos Comenius | Moravia | Kebaktian Kebangunan Rohani di Herrnhut mengawali Serikat Persaudaraan Moravia |
| 1735 | Jonathan Edwards | Northampton, Massachusetts | Jonathan Edwards mengadakan Kebangunan Besar |
| 1738 | John Wesley | Inggris | John Wesley bertobat |
| 1780 | Robert Raikes | Inggris | Robert Raikes memulai Sekolah Minggu |
| 1793 | William Carey | India | William Carey berlayar menuju India |
| 1807 | William Wilberforce, Elizabeth Fry, George Mueller, Thomas Buxton, John Venn, dll | Inggris | Parlemen Inggris mengadakan pemungutan suara untuk menghapuskan perdagangan budak |
| 1811 | Thomas dan Alexander Campbell | [[wilayah barat Amerika Serikat]] | Ayah dan anak Campbell mengawali Gerakan Murid-murid Kristus |
| 1812 | Adoniram dan Ann Judson | India | Adoniram dan Ann Judson berlayar menuju India |
| 1816 | Richard Allen | Afrika | Richard Allen mendirikan Gereja Episkopal Methodis Afrika |
| 1817 | Elizabeth Fry | [[]] | Elizabeth Fry mengawali pelayanan bagi narapidana perempuan di penjara |
| 1830 | Charles G. Finney | [[]] | Charles G. Finney memulai Kebangunan Rohani Perkotaan |
| ±1830 | John Nelson Darby | Plymouth | John Nelson Darby membantu mengawali Serikat Persaudaraan Plymouth |
| 1833 | John Keble | [[]] | Khotbah John Keble tentang "Murtad Nasional" memicu Gerakan Oxford |
| 1854 | Hudson Taylor | Tiongkok | Hudson Taylor Tiba di Kota Terlarang |
| 1854 | Soren Kierkegaard | Denmark | Soren Kierkegaard menerbitkan serangan terhadap kekristenan |
| 1854 | Charles Spurgeon | London | Charles Haddon Spurgeon menjadi imam di London |
| 1855 | Dwight Moody | Boston | Pertobatan Dwight L. Moody |
| 1857 | David Livingstone | Inggris | David Livingstone menerbitkan Perjalanan Penginjilan |
| 1865 | William Booth | London | William Booth mendirikan Bala Keselamatan |
| 1870 | Paus Pius IX | Vatikan | Paus Pius IX memproklamasikan Doktrin Infalibilitas Paus Lihat pula: Konsili Vatikan I |
| 1886 | Amerika Serikat | Gerakan Relawan Mahasiswa dimulai. Lihat pula: Federasi Mahasiswa Kristen se-Dunia | |
| 1906 | Los Angeles | Kebangunan Rohani Azusa Street Memunculkan Gerakan Pentakostalisme | |
| 1910-1915 | Los Angeles | Penerbitan buku The Fundamentals memunculkan Gerakan Fundamentalis | |
| 1919 | Karl Bath | [[]] | Tafsiran Surat Roma oleh Karl Bath diterbitkan |
| 1921 | [[]] | Radio Kristen pertama mengudara | |
| 1934 | Cameron Townsend | [[]] | Cameron Townsend memulai Institut Linguistik Musim Panas |
| 1945 | Dietrich Bonhoeffer | Jerman | Dietrich Bonhoeffer dieksekusi Nazi |
| 1948 | [[]] | Dewan Gereja-gereja se-Dunia terbentuk | |
| 1949 | Billy Graham | Los Angeles | Kampanye Los Angeles Billy Graham |
| 1960 | [[]] | Berawalnya Pembaruan Karismatik Modern | |
| 1962 | [[]] | Konsili Vatikan II dimulai | |
| 1963 | Martin Luther King, Jr. | Amerika Serikat | Martin Luther King, Jr., Memimpin Pawai ke Washington |
| 1966-1976 | RRT | Gereja Tiongkok bertumbuh tanpa terusik Revolusi Kebudayaan |
