• RSS
  • Email
  • Follow us
  • Become a fan
  • TOp cat Nav1
  • TOp cat Nav1
  • Top cat Nav1

SpicyTricks

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

PHOTO PHILIPUS NAHAYA

Diberdayakan oleh Blogger.

(1 Yohanes 4:18)

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.(1 Yohanes 4:18)

Profil Penulis

Foto saya
Philipus Nahaya
Ngabang, Kalimantan barat, Indonesia
hanya menyalurkan hobby
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan Halaman

Arsip Blog

  • ▼  2015 (3)
    • ▼  Juni (3)
      • SEBUA APRIL 2014
      • EVERY TIME
      • GO TO RIAM DAIT SERIMBU
  • ►  2011 (4)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (3)
  • ►  2010 (12)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (7)

Apakah blog ini menarik?

sekarang, dalam blog ini Anda sudah bisa menonton TV secara Online, dan juga bisa menambah wawasan anda???

Daftar Blog Saya

  • Halaman Awal
  • Galeri
  • Koleksi Foto
  • TV INDONESIA ONLINE Blog

LINK SAHABAT

ALKITAB

Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan
  • Cat Nav
    • Sub cat Nav1
    • Sub Cat Nav2
  • cat Nav
  • cat Nav
  • cat Nav

">sideCategory1');

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts3\"><\/script>");

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menolong,memberi kesempatan,menyertai dan memberikan hikmat serta kemampuan,sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pelayanan ini dengan baik.

Penulis sangat menyadari bahwa segala sesuatu tidak ada yang sempurna,begitu juga dalam pembuatan laporan pelayanan ini,tidak terhindar dari kesulitan-kesulitan seperti berbagai informasi yang harus dikumpulkan guna memenuhi syarat-syarat pembuatan laporan pelayanan ini. Tapi semuanya dapat terlewati dengan baik dan saya dapat menyelesaikannya laporan pelayanan ini hanyalah karena pertolongan dan anugerah dari Tuhan Yesus Kristus,serta tidak terlepas dari dukungan doa dari anak-anak Tuhan.

Penulis(Siskalianti) juga ingin mengucapkan terima kasih karena atas dukungan doanya,sehingga saya dapat menyelesaikan PKL(praktek kerja lapangan)saya selama 1 tahun dengan baik. Maka sudah seharusnya saya mengucapkan terima kasih atas dukungan doa yang sudah diberikan kepada saya:

1. Pdt.Dr.Matheus Mangentang.M.Th ketua kehormatan SETIA

2. Pdt.Dr. Paulina Song Kwang OK direktur SETIA Ngabang

3. Pdt.Markus Amid.M.Div ketua SETIA Ngabang

4. Vic.Marinus Gulo,S.Th bidang akademik SETIA Ngabang

5. Ev.Henni Somantik.S.Th dan Ev Simai S.Th ibu asrama dan seluruh staf dosen

6. Teman-teman dan seluruh Mahasiswa/I SETIA Ngabang

7. Keluarga Tercinta

BAB 1

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Gereja

Gereja adalah kumpulan orang-orang percaya. Dan ketika pengutusan tanggal 25 agustus 2009,saya dipercayai pelayanan di Sektor Entikong desa Nekan Kabupaten Sanggau.Desa Nekan memiliki penduduk 300 KK,tapi mayoritas beragama Kristen Katolik dicampur orang-orang pendatang yang beragama non Kristen.Karena mayoritas penduduk disana beragama Kristen Katolik dan yang kami layani hanya sebagian kecil saja yang beragama Kristen Protestan.

Pada awalnya didesa ini tidak ada orang-orang yang beragama Kristen Protestan,tapi pada tahun 2000 ada seorang hamba Tuhan GBI masuk disana dan memulai perintisan disana.Palayanannya tidak sia-sia hingga ada 14 KK yang mau berpindah agama dari katolik menjadi Kristen protestan. Hampir 1 tahun lebih hamba Tuhan ini pelayanan ia memutuskan untuk mencari pelayan baru yang mau mengantikan dia pelayanan di desa Nekan,karena alasan nya rumah dan tempat pelayanan sangat jauh apalagi harus PP setiap pelayanannya.

Menurut cerita yang saya dengar ketika hamba Tuhan ini pulang dari tempat pelayanan,dia bertemu Ev Idarwati hamba Tuhan GKSI dan ia menawarkan pelayanan di desa Nekan.Ibu Idarwati pun menyangupinya,tetapi hamba Tuhan ini tidak tahu kalau ibu Idarwati dari GKSI.Semuanya berjalan dengan baik karena hanya melanjutkkan pelayanan yang sudah ada.Tetapi ketika hamba Tuhan GBI ini kalau ibu Idarwati dari GKSI hamba Tuhan ini marah dan menyesal dan mengatakan “merebut domba-dombanya, tapi itulah rencana Tuhan.

Selama hampir 2 tahun ibadah hanya dilaksanakan di rumah jemaat dan pada tanggal 16 september 2003 Gereja mulai dibangun dengan dana yang diperoleh melalui proposal yang di ajukan oleh Pdt Toton Supriadi(Ketua Sektor Entikong) dan pelayan baru yaitu Ev Agus Hulu yang mengantikan Ev Idarwati.Gereja itu diberi nama “GKSI Sola Fide Nekan”.

BAB II

KEGIATAN-KEGIATAN SEMASA PELAYANAN DAN HAMBATANNYA

I.Kegiatan-Kegiatan

Adapun kegiatan-kegiatan yang saya lakukan selama masa pelayanan satu tahun yaitu: Pelayanan Gereja dan jemaat,sekolah minggu,dan mengajar di PAUD SETIA.

a. Pelayanan di Gereja dan Jemaat

Selama hampir satu tahun saya melayani di GKSI Nekan,banyak sekali pelajaran yang bias saya petik dan sangat bermanfaat bagi saya. Disana saya tidak pelayanan sendiri,karena sebelumnya memang sudah ada 2 orang alumni disana yaitu Ev Daniel.STh alumni SETIA Jakarta dan Ev Hendarto.D.Th Alumni SETIANgabang.Dan saya tinggal dengan jemaat. Disana kami hanya melayani 5 jemaat saja yaitu Kel pak Manto(ketua majelis),Kel pak Erwin,Kel pak Lilin,Kel Pak Tihun dan Kel Beno,inilah nama-nama Keluarga yang kami layani di tambah pelayanan di PAUD setiap harinya.

Meskipun pertama saya datang semuanya tampak sulit dan tidak mudah tapi semuanya berjalan dengan baik.Tetapi yang sangat mengecewakan pada awal saya dating semua jemaat tampak rajin datang beribadah diGereja tapi lama- kelamaan semakin hari semakin berkurang,itu semua dikarenakan mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi mereka yang tidak bias mereka utamakan. Apalagi ketika musim berladang hampir setiap hari jemaat tidak ada dirumah begitu juga hari minggu.Sebagai pelayan Tuhan kami seolah-olah gagal pelayanan disana,karena meskipun kami sudah berusaha member penjelasan agar jangan melupakan hari Sabat,tetapi itu tidak terlalu di indahkan karena urusan pribadi mereka.

Jemaat yang kami layani memang tidak sebanyak pertama PI masuk disana. Awalnya berjumlah 14 KK menjadi 5 KK yang masiih mau kami layani dan datang ke Gereja. Sesuai informasi yang saya dengar jemaat-jemaat sudah tidak mau ibadah lagi dikarena kan masalah pribadi antara jemaat yang satu dengan jemaat yang lain karena ketidak samaan pendapat.

PI memang sudah lama masuk didesa Nekan yang diimulai tahun 2000 hingga sekarang,tapi yang sungguh disanyangkan perbedaan tetap ada antara Kristen Katolik dan Kristen protestan. Meskipun sama-sama Kristen mereka tidak menyukainya,karena yang pada awalnya beragama katolik pindah menjadi Protestan.

Awalnya ketika GKSI masuk disana perbedaan itu sangat tampak,tetapi ketika alumni-alumni itu pelayanan disana perbedaan itu tampak berkurang dan itu karena Anugerah Tuhan yang selalu menyertai.

b. Pelayanan anak sekolah minggu

Anak sekolah yang saya layani mayoritas beragama katolik. Dan selama saya melayani disektor Entikong,pada dasarnya anak-anak disana semanggat sekali jika diadakannya sekolah minggu meskipun sekolah minggu diadakan hari saptu sore. Yang menjadi hambatannya yaitu ada anak-anak tertentu yang dilarang orang tuanya untuk mengikuti sekolah minggu tapi ada juga orang tuanya yang senang jika anaknya mengikuti sekolah karena orang tuanya tahu bahwa sekolah minggu mengajarkan hal-hal yang baik.

c. Mengajar Di PAUD SETIA

Saya bersyukur karena dipercayakan membantu mengajar PAUD,karena itu merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya. Anak-anak PAUD juga mayoritas beragama katolik,dan muridnya berjumlah 20 orang yaitu:Tiara,Prety,Sepa,Tesa,Oni,Ela,Tiani, Meri,Tendi,Kendil,Belo,Tanjung,Sangkong,Nabil,Indera,Afril,Kesi,Aldi,Kis,dll.Selama saya membantu mengajar di PAUD(pendidikan anak usia dini) saya banyak belajar seperti apa sifat anak-anak itu. Adanya PAUD merupakan suatu cara yang sudah Tuhan persiapkan bagi hamba-hamba nya untuk mempermudah pelayanan disana karena mayoritas murid-murudnya beragma Katolik jadi otomatis hubungan Agama Kristen Protestan dan Kristen Katolik menjadi semakin membaik karena banyak waktu untuk dapat berkomunikasi dengan mereka meskipun dalam topik lain. Masalah pembayaran kami tidak terlalu menuntut,tapi kami masih memberikan biaya sebesar Rp 8000 per/bln karena untuk biaya dalam proses belajar mengajar.

II.Habatan-hambatan

· Karena masalah pribadi banyak jemaat yang tidak mau ibadah lagi

· Adat istiadat yang masih sangat kuat mereka anut

· Lingkungan terlalu berpengaruh sehingga banyak anak-anak yang tidak mau sekolah lagi

· Pergaulan yang salah

· Agama tidak terlalu diutamakan tetapi adat istiadat dan budaya setempat

Itulah habatan-habatan yang sangat terasa dan dapat dirasakan dan itu fakta yang terjadi ditempat pelayanan saya,jemaat sebenarnya rajin untuk datang beribadah tetapi karena masalah pribadi,dan juga adat-adat yang masih mereka pegang sehinnga sering kali ibadah dihari minggu tidak mereka ikuti karena kepentingan mereka juga harus dilaksanakan pada hari minggu itu juga. Sama hal dengan sekolah minggu sering kali acara-acara adat dilaksanakan pada hari saptu jadi otomatis tidak ada anak-anak yang datang sekolah minggu.

III. Perkembangan dan hasil pelayanan

Semasa praktek kerja lapangan(PKL) saya sangat bersyukur karena pertolongan Tuhan tidak berhenti dalam kehidupan saya.Disana saya hanya membantu pelayan saja,karena memang sudah ada pelayan Tuhan disana,dan puji syukur selama saya disana semua pelayanan dapat berjalan dengan baik. Dan bagi jemaat-jemaat adanya kepedulian dengan hamba-hamba Tuhan yang ada dalam hal memberi meskipun tidak semuanya bisa melakukan itu. Begitu juga dengan PAUD yang kami tangani sekaligus ajarkan dari segi kemampuan yang mereka miliki,sungguh kami bangga karena apa yang diajarkan dapat mereka mengerti dan semuanya pintar-pintar meskiipun ada sebagian yang tidak mempunyai kemampuan seperti itu.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Selama praktek kerja lapangan(PKL) yang hampir satu tahun saya jalani.Semuanya dapat terselesaikan dengan baik seperti pelayanan jemaat,anak sekolah minggu,dan mengajar di PAUD. Meski terkadang semuanya terasa sulit tetapi karena Tuhan semua terasa menyenangkan dan sangat memberkati saya. Yang sangat tidak bisa dilupakan yaitu banyak pelajaran-pelajaran yang dapat saya petik yang dapat membuat diri saya sendiri berubah dan semakin mengerti bahwa hidup itu tidak mudah tapi jika berjalan bersama Tuhan semua sangat indah.

B. Saran ke Sekolah

Sebagai mahaiswi saya sangat bersyukur karena saya bisa belajar di SETIA Ngabang dan dapat diterima disana sebagai mahasiswi. Dan selama 3 tahun saya belajar di SETIA banyak hal yang dapat saya pelajari karena disana kita benar-benar diajar dan dipersiapkkan sebagai hamba Tuhan yang benar-benar mau bekerja keras dan berusaha.Pembentukan yang saya rasakan benar-benar bisa mengubah hidup saya sehingga saya masih bisa belajar sampai sekarang. Dan harapan dan saran saya untuk SETIA Ngabang yaitu:

1. Harapan :Ingin kedepannya SETIA Ngabang menjadi lebih baik lagi dan dapat benar-benar melahirkan calon-calon hamba Tuhan yang benar-benar mau melayani dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dan saya sangat bangga dapat belajar di SETIA Ngabang karena dapat merubah hidup saya.

2. Saran kesekolah

Saran saya sebagai mahasisiwi yang sudah lama belajar di SETIA yaitu:

§ Agar SETIA terutama dalam peraturan lebih dipertegas lagi karena akhir-akhir ini paraturan-paraturan itu semakin kendor dan semakin diremehkan oleh mahasiswa/i.





A. LATAR BELAKANG


Sebelum Yesus naik ke surga, Ia memberikan perintah kepada para murid-Nya untuk pergi ke Yerusalem dan menunggu di sana sampai Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka. Dengan kuasa yang diberikan Roh Kudus itu Yesus berjanji akan memperlengkapi murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-saksi, bukan hanya di Yerusalem tapi juga di ke ujung-ujung bumi (Kis. 1:1-11). Janji itu digenapi oleh Kristus dan perintah itu ditaati oleh murid-murid-Nya.



B. PERMULAAN GEREJA


Kata "gereja" atau "jemaat" dalam bahasa Yunani adalah ekklesia; dari kata kaleo, artinya "aku memanggil/memerintahkan". Secara umum ekklesia diartikan sebagai perkumpulan orang-orang. Tetapi dalam konteks Perjanjian Baru kata ini mengandung arti khusus, yaitu pertemuan orang-orang Kristen sebagai jemaat untuk menyembah kepada Kristus.

Amanat Agung yang diberikan Kristus sebelum kenaikan ke surga (Mat. 28:19-20) betul-betul dengan setia dijalankan oleh murid-murid-Nya. Sebagai hasilnya lahirlah gereja/jemaat baru baik di Yerusalem, Yudea, Samaria dan juga di perbagai tempat di dunia (ujung-ujung dunia).


1. Gereja Di Palestina

a. Gereja pertama lahir di Yerusalem (Kis. 1:8)
b. Petrus dan beberapa murid-murid Tuhan Yesus yang lain membawa Injil ke Yudea (Kis. ps. 1-7).
c. Filipus dan murid-murid yang lain pergi ke Samaria dan sekitarnya (ps. 8).


2. Gereja di luar Palestina

a. Petrus membawa Injil ke Roma.
b. Paulus ke Asia Kecil dan Eropa (Kis. ps. 10-28).
c. Apolos ke Mesir (Kis. ps. 18).
d. Filipus ke Etiopia (Kis. ps. 8).
e. Sebelum tahun 100 M, Injil sudah tersebar ke Siria, Persia, Afrika (Kis. 9).
f. Lalu ke ujung-ujung bumi (Siria, Persia, Gaul, Afrika Utara, Asia & Eropa).



C. PERTUMBUHAN DAN TANTANGAN


Gereja/jemaat yang baru berdiri mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Kuasa Roh Kudus sangat nyata hadir di tengah jemaat. Namun demikian tantangan dan kesulitan juga mewarnai pertumbuhan jemaat mula-mula itu. Tapi luar biasa, justru karena keadaan yang sulit itu gereja semakin berkembang.


1. Agama Negara

Kaisar Agustus mempunyai kekuasaan yang sangat besar. Salah satu peraturan yang muncul pada masa pemerintahannya adalah menyembah kepada Kaisar sebagai dewa mereka, walaupun mereka masih diijinkan melakukan penyembahan kepada dewa-dewa/kepercayaan asal mereka sendiri.

Namun demikian ada kekecualian untuk orang-orang Yahudi yang mempunyai agama Yudaisme yang menjunjung tinggi monotheisme, mereka tidak diharuskan untuk menyembah kepada Kaisar. Hal ini terjadi karena mereka takut kalau orang Yahudi memberontak.

Kehadiran agama Kristen saat itu, pada mulanya dianggap sebagai salah satu sekte agama Yudaisme, itu sebabnya orang-orang Kristen pertama tidak diharuskan untuk menyembah kepada Kaisar. Tetapi setelah orang- orang Yahudi secara terbuka memusuhi orang Kristen (puncak peristiwa penyalipan Kristus) barulah pemerintah Romawi melihat kekristenan tidak lagi sebagai sekte Yudaisme tetapi agama baru. Sejak saat itu keharusan menyembah kepada Kaisar pun akhirnya diberlakukan untuk orang-orang Kristen. Kepada mereka yang tidak patuh pada peraturan ini mendapat hukuman dan penganiayaan yang sangat berat.


2. Penganiayaan terhadap orang Kristen.
Salah satu bukti kesetiaan orang Kristen kepada Kristus ditunjukkan dengan secara setia menjalankan pengajaran Alkitab dan menolak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Alkitab. Karena sebab itulah orang-orang Kristen sering harus membayar harga yang mahal demi kepercayaan mereka kepada Kristus, antara lain adalah dengan penganiayaan.

Beberapa penyebab penganiayaan:
a. Karena orang Kristen menolak untuk menyembah Kaisar.
b. Karena orang Kristen dituduh melakukan hal-hal yang menentang kemanusiaan, mis. menolak menjadi tentara, mengajarkan tentang kehancuran dunia, membiarkan perpecahan keluarga, dll.
c. Karena orang Kristen dituduh mempraktekkan immoralitas dan kanibalisme, misalnya melakukan cium kudus, bermabuk-mabukan, dosa inses, makan darah dan daging manusia.


3. Hasil dari penganiayaan.

Memang ada banyak orang Kristen yang mati dalam penganiayaan dan pembunuhan, namun demikian jumlah orang Kristen tidak semakin berkurang malah semakin bertambah banyak.
a. Orang Kristen semakin berani. Sekalipun dianiaya mereka tetap mempertahankan iman mereka (mis. Surat Petrus).
b. Kekristenan semakin menyebar keluar dari Yerusalem, yaitu ke daerah-daerah sekitarnya, dan ke seluruh dunia.
c. Orang-orang Kristen semakin memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat, sehingga mereka betu-betul menjadi saksi yang hidup.


Disalin dari :
http://www.pesta.org/tbiblika







AHIRNYA JEMAAT KRISTEN



Sewaktu mereka berkumpul di balik pintu terkunci di Yerusalem pada hari-hari pertama setelah kebangkitan Yesus, para murid mengetahui bahwa lebih mudah berbicara tentang mengubah dunia daripada pergi keluar dan melakukannya. Tetapi tidak lama kemudian, sesuatu terjadi yang bukan hanya mengubah jalan pikiran mereka, tetapi yang juga memberanikan mereka untuk menyampaikan iman mereka dengan cara yang menggoncangkan seluruh dunia Romawi.

Hanya lima puluh hari setelah kematian Yesus, Petrus berdiri di depan suatu kerumunan orang banyak di Yerusalem, dan dengan berani menyatakan kerajaan Allah telah datang, dan Yesuslah Raja dan Mesiasnya. Pada waktu itu Yerusalem penuh dengan peziarah-peziarah yang datang dari seluruh penjuru kekaisaran Roma untuk merayakan Pesta Pentakosta - dan ketika Petrus berbicara, mereka tidak hanya mengerti pemberitaannya tetapi juga, dalam jumlah yang luar biasa besarnya, memberikan respons terhadapnya. Ketika Petrus menyatakan mereka harus menjadi murid-murid Yesus dengan bertobat dari dosa dan menerima hidup baru yang diberikan Allah, tiga ribu orang menerima seruannya dan menyerahkan diri mereka kepada Yesus (Kis. 2:14-42).

Apa yang sesungguhnya telah terjadi sehingga murid-murid Yesus mengalami transformasi dalam hidup mereka? Jawabannya terdapat dalam pembukaan pidato Petrus. Sebab ketika ia berdiri dan berbicara kepada orang banyak itu, Petrus mengingatkan mereka tentang suatu nats Perjanjian Lama yang menggambarkan bahwa datangnya abad baru adalah masa di mana Roh Allah akan bekerja dengan cara baru dalam hidup orang-orang. Sewaktu nabi-nabi Perjanjian Lama memandang ke masa depan, beberapa dari mereka menyadari bahwa masalah manusia tidak pernah akan selesai hingga suatu hubungan baru dijalin antara manusia dan Allah. Dosa dan ketidaktaatan manusia telah mengakibatkan kekacauan, tetapi dalam abad baru Allah tidak hanya menuntut ketaatan - Ia akan memberi mereka kekuatan moral yang baru dan kemampuan untuk menjadi manusia seperti yang dimaksudkan Allah (Yer. 31:31-34). Dalam nubuat Yoel (2:28-32), kekuatan baru untuk hidup ini dihubungkan dengan pemberian Roh Allah - dan Petrus mengambil perikop tersebut sebagai natsnya, serta menyatakan nats tersebut sedang dipenuhi dalam pengalaman murid-murid Yesus. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus, orang-orang sekarang dapat mempunyai hubungan baru dengan Allah sendiri. Dari pengalamannya sendiri, Petrus tahu bahwa hal itu benar.

Bagi Petrus dan murid-murid lainnya, hari itu sama seperti hari-hari sebelumnya. Tetapi ketika mereka menghadapi tugas yang begitu besar dan yang tidak mungkin dilaksanakan - yang dipercayakan Yesus kepada mereka, tanpa disangka-sangka suatu kuasa yang memberi hidup masuk ke dalam kehidupan mereka. Kuasa itu merupakan suatu dinamika moral dan spiritual yang memperlengkapi para murid supaya memberi kesaksian tentang iman yang baru. Kuasa itu adalah kuasa Roh Kudus dan akan menjadikan mereka seperti Yesus. Tidaklah mudah menggambarkan dalam kata-kata apa yang mereka alami. Tetapi sebagai akibatnya, kepercayaan mereka yang ragu-ragu dan tidak pasti kepada Yesus dan janji-janji-Nya secara luar biasa diteguhkan. Sejak saat itu dan seterusnya, mereka yakin janji-janji Allah dalam Perjanjian Lama dipenuhi dalam hidup mereka sendiri - dan mereka sangat yakin bahwa Yesus yang hidup ada dan hadir bersama mereka secara unik. Jemaat telah lahir.

Seluruh kehidupan para murid mengalami perombakan sedemikian rupa, sehingga tidak diperlukan argumen lain untuk meyakinkan mereka bahwa pengalaman mereka sehari-hari merupakan akibat langsung dari kuasa dan kehadiran Yesus di dalam hidup mereka. Petrus, Yohanes dan yang lain- lainnya memiliki kuasa guna melakukan tindakan-tindakap hebat dalam nama Yesus (Kis. 2:43; 3:1-10) - dan tentunya Petrus diberikan kemampuan secara tak disangka-sangka untuk berbicara dengan kuasa kepada orang banyak yang berkumpul di Yerusalem.

Sebagai akibat semuanya ini, para rasul dan orang-orang Kristen baru begitu dikuasai oleh cinta-kasih kepada Yesus yang hidup dan kerinduan untuk melayani-Nya, sehingga kebutuhan-kebutuhan kehidupan sehari-hari terlupakan. Orang-orang Kristen selalu "bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa" (Kis. 2:42). Mereka malahan menjual harta mereka dan mengumpulkan hasil penjualan sehingga mereka dapat hidup sebagai suatu persekutuan sejati dari pengikut-pengikut Yesus. Mencari uang bukan lagi merupakan haI yang terpenting dalam hidup. Satu-satunya hal yang penting adalah memuji Allah, dan membawa berita yang-mengubah hidup kepada orang-orang lain (Kis. 2:44,47; 4:32,35).



Jemaat bertumbuh.


Pada hari-hari pertama kehidupan jemaat di Yerusalem, persahabatan terbuka dan gaya hidup sederhana dalam jemaat purba pasti terlihat sebagai menyingsingnya suatu zaman yang baru. Tetapi tidak perlu waktu lama sebelum persoalan-persoalan lain yang lebih rumit muncul, untuk memperingatkan Petrus dan lain-lainnya bahwa kerajaan Allah belum tiba dalam segala kepenuhannya. Persekutuan yang baru tergalang merupakan bukti bahwa umat baru sudah ada. Tetapi seturut berlalunya waktu, ketegangan antara masa sekarang dan masa depan yang begitu fundamental dalam pengajaran Yesus mempunyai dampak yang mengganggu kelanjutan hidup persekutuan kristen yang sedang berkembang. Selama masa hidup Yesus, gerakan mesianik baru yang dibangun-Nya itu pada umumnya hanyalah merupakan bidat setempat dalam agama Yahudi Palestina. Semua murid merupakan orang Yahudi. Walaupun logika pemberitaan dan teladan perilaku Yesus sendiri menunjukkan bahwa orang-orang bukan-Yahudi tidak dikecualikan dari keanggotaan persekutuan, hubungan orang-orang Yahudi dan bukan-Yahudi tidaklah merupakan persoalan besar pada waktu itu. Orang-orang bukan-Yahudi yang bertemu dengan Yesus adalah pribadi-pribadi tersendiri (Mrk. 7:24-30; Luk. 7:1-10). Jumlah mereka tidak besar, dan bagaimanapun juga banyak dari mereka mungkin sekali menghadiri upacara-upacara agama di sinagoge, meskipun mereka belum memeluk agama Yahudi.

Tetapi tidak lama kemudian, para pengikut Yesus dipaksa untuk mencurahkan perhatian besar terhadap seluruh persoalan hubungan antara orang-orang percaya Yahudi dan bukan-Yahudi. Walaupun mereka tidak menyadarinya, peristiwa-peristiwa pada hari Pentakosta yang direkam pada bagian Kisah Para Rasul merupakan suatu peristiwa yang menentukan dalam kehidupan jemaat muda usia itu (Kis. 2). Sebab ketika banyak di Petrus berdiri dan menerangkan ajaran Kristen kepada orang kosmolitan, Yerusalem, ia berhadapan dengan sidang pendengar yang terdiri dari "orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit" (Kis. 2:5). Tentu saja mereka semua menaruh perhatian terhadap agama Yahudi, kalau tidak mereka tidak akan mengadakan perjalanan ke Yerusalem guna menghadiri perayaan keagamaan. Tetapi tidak semua orang bukan-Yahudi di antara mereka sudah menjadi penganut penuh agama Yahudi yang menerima seluruh hukum Yahudi - sedangkan mereka yang berasal dari keluarga Yahudi pun diberbagai tempat dari kekaisaran Roma, mempunyai latar belakang dan pandangan yang agak berlainan dengan orang Yahudi yang dilahirkan dan dibesarkan di Palestina sendiri. Mayoritas dari orang banyak yang mendengar khotbah Petrus pada hari Pentakosta mungkin sekali merupakan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, yang telah berziarah ke Yerusalem dalam rangka pesta agama Yahudi yang besar itu. Banyak dari mereka yang baru untuk pertama kalinya mengunjungi Yerusalem. Walaupun tempat tinggal mereka sangat jauh, mereka selalu menggandrungi Yerusalem serta Bait Allah. Yang merupakan tempat suci pusat agama mereka, sama halnya bagi orang Yahudi yang tinggal di Palestina. Petrus dan murid-murid lainnya tidak ragu-ragu bahwa kabar baik tentang Yesus harus disampaikan juga kepada orang-orang tersebut. Memang, banyak persamaan di antara mereka. Para murid sendiri merupakan pendukung setia dari upacara-upacara ibadah di sinagoge. Mereka juga memelihara pesta-pesta agama Yahudi Yang besar, dan kadang-kadang mereka malahan berkhotbah di pelataran Bait Allah (Kis. 3:1-16). Hal ini merupakan sesuatu yang Yesus sendiri tidak dapat lakukan tanpa kekhawatiran akan akibat-akibatnya, dan walaupun Petrus dan Yohanes kemudian ditangkap dan dituduh di hadapan mahkamah agama Yahudi, mereka segera dibebaskan, dan satu-satunya pembatasan yang dikenakan ke atas mereka adalah supaya "sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus" (Kis. 4:18). Terlepas dari iman mereka kepada Yesus yang terasa aneh, tindak-tanduk mereka pada umumnya dapat diterima oleh para penguasa Yahudi.



Sumber :
John Drane, Memahami Perjanjian Baru, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1996, Halaman : 256 – 259


Share on Facebook Share on Twitter
Top


GEREJA DI ANTIOKHIA



Kota Antiokhia dibangun oleh Seleukus Nicator dalam tahun 300 Sm. Di bawah pemerintahan raja-raja Seleuk yang pertama ia berkembang dengan pesat. Pada mulanya kota ini sepenuhnya dihuni oleh orang-orang Yunani, namun kemudian orang-orang Siria menetap di luar tembok kota dan akhirnya menyatu dengan kota sejalan dengan perkembangan kota itu. Unsur penduduk yang ketiga adalah orang-orang Yahudi, banyak di antaranya yang merupakan keturunan dari penghuni kota pertama yang didatangkan dari Babilon. Mereka mempunyai hak-hak yang sama dengan orang Yunani dan tetap menjalankan ibadat mereka di sinagoge-sinagoge. Di bawah pemerintahan Romawi, Antiokhia menjadi makmur. Karena merupakan pintu gerbang militer dan perniagaan ke Timur, ia menjadi kota yang terbesar setelah Roma dan Aleksandria.

Tahun berdirinya gereja di Antiokhia tidak dinyatakan dengan jelas. Nampaknya ia berdiri tidak lama setelah kematian Stefanus, mungkin sekitar tahun 33 hingga 40. Untuk mendapatkan ukuran dan reputasi yang cukup berarti hingga dapat menarik perhatian gereja di Yerusalem (11:22) tentu dibutuhkan beberapa waktu. Gereja di Yerusalem mengutus Barnabas untuk mengunjungi Antiokhia, di mana ia bekerja entah selama berapa lama, dan kemudian pergi ke Tarsus untuk meminta Paulus agar menjadi pembantunya (11:22-26). Mereka bekerja bersama-sama selama; sekurang-kurangnya satu tahun setelah itu (11:26) sebelum Agabus meramalkan bahaya kelaparan yang akan menimpa dunia "pada zaman Claudius" (11:28). Makna yang tersirat dalam ayat ini adalah bahwa; ramalan ini diberikan sebelum Claudius naik takhta pada tahun 41, dan bahwa bahaya kelaparan terjadi sesudah itu. Data kronologis lainnya diperoleh dari penyebutan tentang Herodes Agripa I (12:1), yang meninggal dunia pada tahun 44. Mungkin pelayanan di Antiokhia dimulai sekitar tahun 33 hingga 35. Bila dana bantuan kelaparan dikumpulkan sekitar tahun 44, Barnabas pasti telah mulai menjalin hubungannya dengan Antiokhia sekitar tahun 41, yang berarti bahwa Paulus mulai menjalankan tugasnya di sana pada tahun 42.

Meskipun kronologi ini tidak dapat dikatakan pasti, ia cukup sesuai dengan perkembangan kegiatan Paulus yang diketahui. Bila ia menjadi percaya dalam tahun 31 atau katakanlah 32, dan menghabiskan waktu tiga tahun di kawasan Damsyik (Galatia 1:18), ia akan tiba di Yerusalem sebelum tahun 35. Bila ia menghabiskan waktu selama satu atau dua tahun di Yerusalem sebelum kembali ke Tarsus (Kisah 9:28-30), maka ketika Bamabas datang untuk menyertainya dalam tugas barunya ia tentu sudah berkhotbah selama lima tahun di Tarsus dan Kilikia. Nampaknya ada suatu kesenjangan waktu yang cukup besar di sini, tetapi banyak kesenjangan lain dalam karangan Lukas mengenai perkara yang sama pentingnya hingga keadaan ini tidak menjadi sesuatu yang luar biasa.

Gereja di Antiokhia cukup penting, karena ia memiliki beberapa segi yang menonjol. Pertama, ia adalah induk dari gereja bagi bangsa-bangsa lain. Rumah di keluarga Kornelius tidak dapat disebut gereja dalam arti yang sama dengan kelompok umat di Antiokhia, karena ia adalah suatu kelompok keluarga pribadi bukan suatu jemaat umum. Dari gereja Antiokhia berangkatlah misi resmi yang pertama ke dunia yang belum tersentuh Injil. Di Antiokhia dimulailah perdebatan yang pertama tentang status umat Kristen dari bangsa-bangsa lain. Ia merupakan pusat tempat berkumpulnya para pemimpin gereja. Secara bergantian, Petrus, Barnabas, Titus, Yohanes Markus, Yudas Barsabas, Silas, dan bila naskah Barat benar, penulis dari buku ini sendiri, semuanya dihubungkan dengan gereja di Antiokhia. Patut untuk diperhatikan bahwa dapat dikatakan mereka semuanya terlibat dalam misi kepada bangsa-bangsa lain dan disebut-sebut dalam Surat Kiriman Paulus maupun di dalam Kisah Para Rasul.

Kitab-kitab Injil mungkin berasal dari Antiokhia. Kemungkinan hubungan di antara Markus dan Lukas maupun kenyataan pertemuan mereka di Roma barangkali dapat menjawab beberapa masalah yang sering diperdebatkan dalam masalah Sinoptis. Ignatius, uskup di Antiokhia pada akhir abad yang pertama, nampaknya nyaris hanya mengutip dari Matius, ketika ia berbicara mengenai Injil, seolah-olah Injil Matius adalah satu-satunya Injil Sinoptis yang diketahuinya. Streeter mempertahankan pendapatnya secara panjang lebar bahwa Injil Matius berasal dari Antiokhia, karena ia digunakan oleh Ignatius dan di dalam Didakhe (Ajaran Dua Belas Rasul, keduanya menurutnya adalah dokumen-dokumen orang Siria. Bila ketiga Injil Sinoptis menanamkan dasarnya pada suasana yang hidup dalam khotbah lisan gereja di Antiokhia, pelayanan firman mereka kepada dunia dapat dikatakan merupakan warisan dari gereja ini kepada bangsa-bangsa lain yang percaya dari masa yang lalu maupun masa sekarang.

Gereja di Antiokhia juga tersohor karena guru-gurunya. Di antara mereka yang disebut di dalam Kisah Para Rasul 13:1, hanya Barnabas dan Paulus yang baru dikenal dalam beberapa penyebutan belakangan, tetapi pelayanan mereka pasti telah membuat gereja ini terkenal sebagai pusat pengajaran. Jelas sekali bahwa Antiokhia telah mengalahkan Yerusalem sebagai pusat pengajaran Kristen dan sebagai markas misi penginjilan.

Mungkin perkembangan Antiokhia makin dipercepat oleh penindasan Herodes dalam tahun 44. Gereja di Yerusalem selalu dalam keadaan kekurangan dana, karena banyak anggota jemaat yang miskin yang harus selalu ditunjang oleh sumbangan-sumbangan. Bahaya kelaparan itu pasti makin melemahkan mereka, meskipun ada dana sumbangan dari Antiokhia (11:28-30). Penindasan di bawah Herodes mengakibatkan kematian Yakobus, anak Zebedeus (12:2), dan Petrus juga nyaris kehilangan nyawanya (12:17). Kisah selingan dalam 12:1-24 hanya memberikan gambaran sekilas tentang keadaan di Yerusalem, tetapi ia menunjukkan gereja yang tetap setia bertahan meskipun tekanan begitu berat, yang terus berusaha mempertahankan keberadaannya sampai saat yang terakhir.

Fakta yang paling kuat tentang gereja di Antiokhia adalah kesaksian ini. "Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen" (11:26). Sebelum itu orang-orang yang percaya kepada Kristus dianggap sebagai suatu sekte agama Yahudi, tetapi dengan masuknya bangsa-bangsa lain ke dalam kelompok mereka dan dengan makin berkembangnya sistem pengajaran yang sangat berbeda dengan hukum Musa, dunia mulai melihat perbedaan itu dan menyebut mereka dengan julukan yang lebih tepat. "Kristen" berarti "milik Kristus" seperti Herodian berarti "milik Herodes". Mungkin nama ini dimaksudkan sebagai suatu ejekan, tetapi watak para Rasul dan kesaksian yang mereka sampaikan memberikan arti yang menyanjung.


MISI KEPADA BANGSA-BANGSA LAIN


Pada tahun 46 atau sekitarnya gereja di Antiokhia telah tumbuh menjadi suatu kelompok yang mantap dan aktif. Mereka memperdalam pengetahuannya tentang iman, reputasi mereka sudah tersohor di seluruh kota hingga mereka sudah dianggap sebagai suatu kelas tersendiri sebagai orang-orang Kristen, dan mereka mendukung suatu ekspedisi ke Yerusalem untuk menyampaikan sumbangan bagi mereka yang menderita karena kelaparan. Ketika mereka sedang menjalankan ibadah sebagaimana biasanya, datanglah panggilan untuk meng-"khususkan Barnabas dan Saulus" (13:2) untuk melakukan suatu tugas khusus. Untuk menaati perintah Roh Kudus, gereja mengkhususkan kedua orang ini untuk menjalankan tugas yang baru dan mengutus mereka untuk menjalankan misinya.


Siprus


Tujuan pertama dari kegiatan mereka adalah Siprus, tempat asal Barnabas (4:36). Mungkin gereja mempunyai beberapa kepentingan di sana, karena "orang Siprus" (11:20) termasuk di antara mereka yang pertama-tama mengabarkan Injil di Antiokhia. Barnabas dan Saulus, disertai Yohanes Markus sebagai pembantu mereka, mengunjungi sinagoge-sinagoge dan memberitakan kabar baru di sana. Ketika berselisih dengan Elimas yang berusaha membelokkan iman gubernur, Paulus tampil ke depan. Karena ia tahu akan ilmu-ilmu setan yang dianut Elimas, Paulus mengecamnya di muka umum, dan mengutuknya. Gubernur terpesona melihat hukuman yang segera jatuh pada Elimas, dan "percaya" (13:12).

Tidak ada catatan statistik tentang hasil penginjilan di Siprus, tetapi ada suatu perubahan penting yang terjadi. Dalam Kisah Para Rasul 13:2 kelompok mereka disebut "Barnabas dan Saulus," yang menempatkan Barnabas pada posisi yang lebih menonjol sebagai penginjil yang lebih senior, dan menyebut Paulus dengan nama Yahudinya. Dalam Kisah Para Rasul 13:13 peristilahan yang dipakai berubah menjadi "Paulus dan kawan-kawannya," dengan menggunakan nama Yunani Paulus. Dari titik inilah di kisah ini Paulus menjadi tokoh yang paling menonjol. Pelayanan di Siprus mengungkapkan bakat kepemimpinan Paulus dan menempatkannya sebagai pemimpin misi dengan suara bulat.

Dalam periode yang sama ada dua peristiwa lain yang terjadi. Paulus meninggalkan Siprus dan pindah ke Asia Kecil, dan Yohanes Markus mengundurkan diri dari kelompok mereka serta kembali ke Yerusalem. Bagi Paulus ini adalah awal dari proyek penginjilan sedunia untuk mewartakan Injil ke wilayah-wilayah yang belum terjamah. Markus nampaknya seolah-olah telah menyimpang secara tidak benar dari suatu program yang sudah ditetapkan. Apakah ia merasa iri hati karena saudaranya, Barnabas, yang didudukkan di tempat kedua, atau ia merasa takut memasuki wilayah yang liar di pedalaman Asia Kecil, atau ia mempunyai perbedaan prinsip dengan Paulus, tidak pernah diceritakan. Yang jelas ia tidak mau melanjutkan perjalanannya lebih lanjut dan kembali pulang.


Antiokhia di Pisidia


Khotbah Paulus di dalam sinagoge di Antiokhia di Pisidia, dikutip secara panjang lebar oleh Lukas (Kisah 13:16-43). Secara umum gaya pidatonya menyerupai gaya Stefanus, karena ia menggunakan cara pendekatan dengan mengulang kembali sejarah hubungan Allah dengan bangsa Israel. Tema utamanya diperkenalkan dalam ayat 23: "dari keturunannyalah sesuai dengan yang telah dijanjikannya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus . . . " Pengembangan tema ini tidak jauh menyimpang dari khotbah-khotbah apostolik yang telah dikutip dalam pasal-pasal Kisah Para Rasul terdahulu, tetapi ketika Paulus tiba pada puncak pidatonya ia mengemukakan suatu unsur yang baru:

Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa (Kisah 13:38-39).

Meskipun Petrus telah memaklumkan kebangkitan dan pengampunan dari dosa melalui Kristus (2:32, 36, 38; 3:15, 19; 5:30-31; 10:40, 43), baru pertama kali itulah ada orang mengatakan dengan jelas bahwa setiap orang dapat dibenarkan di hadapan Allah hanya karena iman. Dibenarkan berarti dinyatakan benar, atau secara hukum dianggap benar. Jaminan akan keselamatan dapat diperoleh hanya dengan iman kepada . Allah, berarti hukum Taurat akan kehilangan artinya dan menjadi sia-sia.

Ini adalah suatu terobosan yang baru dan berani dalam kebenaran tentang Kristus.

Akibat dari pernyataan ini timbul dua macam reaksi. Di satu pihak ada tanggapan luar biasa atas pidato Paulus, karena "pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah" (13:44). Di lain pihak, orang-orang Yahudi yang menentang mereka penuh dengan perasaan dengki hingga merasa iri hati dan memfitnah (13:45). Akhirnya Paulus menyatakan bahwa ia akan berpaling kepada bangsa-bangsa lain, yang sebagian daripadanya sudah menjadi percaya (13:48). Maka gereja yang baru di Antiokhia di Pisidia tidak berpusat pada orang-orang Yahudi melainkan pada orang-orang bukan Yahudi.


Ikonium, Listra, dan Derbe


Keadaan yang sama terjadi di kota Ikonium, yang terletak agak ke sebelah tenggara dari Antiokhia. Jemaat Kristen yang subur dibangun di dalam sinagoge, tetapi pertentangan pendapat begitu hebat hingga para pengkhotbah diusir dari kota dan bersembunyi di kota-kota sekitarnya, yaitu Listra dan Derbe.

Di Listra Paulus menghadiri orang-orang yang memuja berhala. Imam dewa Zeus yang datang dari luar kota (14:13), ketika melihat bagaimana Paulus menyembuhkan orang lumpuh mengira bahwa Paulus dan Barnabas adalah dewa-dewa yang turun ke bumi, dan mencoba untuk mempersembahkan kurban bagi mereka. Protes keras Paulus terhadap kesalahan ini, menimbulkan gagasan baru bagi metode pendekatannya ke dalam alam pemikiran kafir, yang buta terhadap Perjanjian Lama. Ia dan Barnabas berbicara tentang Allah yang esa yang memberikan "hujan dari langit dan ... musim-musim subur" (14:17), suatu titik pertemuan yang dapat diterima oleh para petani sederhana di kawasan itu apakah mereka mempunyai pengetahuan formal tentang teologi atau tidak.

Pelayanan mereka di Listra terputus oleh serangan mendadak dari orang-orang Yahudi yang memusuhi mereka dari Antiokhia di Pisidia dan Ikonium, yang membujuk orang-orang yang kurang berpengetahuan dan mudah terpengaruh itu bahwa Paulus adalah seorang tukang propaganda yang berbahaya. Ia dilempari batu dan diseret ke luar kota seperti orang mati, tetapi ia sadar kembali lalu meninggalkan kota itu menuju ke Derbe untuk mengajar di sana. Setelah menghimpun sejumlah orang percaya di kota itu, Paulus dan Barnabas menoleh kembali kepada jejak-jejak yang mereka tinggalkan, untuk memperkokoh dan membenahi gereja- gereja yang telah mereka bangun. Mereka kembali ke Antiokhia Siria untuk melaporkan apa-apa yang telah diperbuat Allah bersama mereka, dan menunjukkan bagaimana " . . . ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman" (14:27).

Tidaklah berlebih-lebihan bila dikatakan bahwa laporan perjalanan ini sangat penting. Hal ini membawa Paulus ke garis depan sebagai seorang pemimpin gereja, dan menyejajarkannya dengan para rasul (band. Galatia 2:7-9). Ia juga memberikan andil bagi pendidikan Yohanes Markus, meskipun nampaknya ia sudah membuat suatu kegagalan besar. Hubungan awal dengan Timotius mungkin terjadi selama perjalanan ini, karena Paulus berbicara tentang pengalamannya di kawasan ini ketika ia menulis kepada Timotius bertahun-tahun sesudahnya (2Timotius 3:11). Di atas segalanya, ia menandai suatu tolok ukur baru di dalam pemikiran teologis gereja, karena dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam perjalanan ini lahirlah ajaran Paulus tentang pembenaran karena iman.



Sumber :
Merrill C. Tenney Survei Perjanjian Baru, Gandum Mas, Malang, 2000, Halaman : 110 - 116

Kehidupan Yesus

"Penyaliban Kristus", karya Diego Velázquez. Kelahiran, pelayanan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke surga adalah inti dari kepercayaan Kristen.
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Yesus
Lihat pula: Pelayanan Yesus, Kronologi Yesus, dan Pengakuan Iman Rasuli

Periode ini dimulai sejak kelahiran Yesus hingga kematian dan kebangkitan Yesus, kurang lebih dari 4 SM hingga 33 M.

Yesus dilahirkan sekitar tahun 4 SM dan menjadi dewasa di Nazareth, Galilea; setelah ia berumur tiga puluh tahun, dimulailah pelayanan Yesus selama tiga tahun termasuk merekrut keduabelas rasul, melakukan mujizat, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan membangkitkan orang mati; Yesus dihukum dengan cara disalib oleh karena hasutan pemimpin-pemimpin agama yang tidak suka dengan ajaran Yesus yang dianggap bertentangan dengan ajaran mereka. Ia disalibkan di Bukit Golgota, Yerusalem sekitar tahun 29-33 oleh perintah Gubernur Provinsi Yudea Romawi, Pontius Pilatus dan setelah disalibkan, Yesus mati dan dikuburkan di gua batu. Umat Kristiani percaya bahwa Yesus bangkit dari mati pada hari ketiga setelah kematiannya dan menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saksi mata. Empat puluh hari kemudian Ia naik ke surga dengan disaksikan orang banyak. Umat Kristiani juga percaya bahwa para imam Yahudi yang ketakutan menyogok para penjaga kubur untuk menyebarkan kabar bohong bahwa Yesus tidak bangkit melainkan mayatnya dicuri oleh para muridnya. Kelima hal ini (lahir, pelayanan, mati, bangkit, naik ke surga) adalah intisari kekristenan.

Informasi utama tentang kehidupan Yesus berasal dari keempat Injil dan tulisan-tulisan Paulus serta murid-murid Yesus yang lain yang secara kolektif disebut buku Perjanjian Baru.

[sunting] Gereja mula-mula

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja mula-mula

Periode ini dimulai sejak dimulainya pelayanan rasul Petrus, Paulus dan lain-lainnya dalam memberitakan kisah Yesus hingga bertobatnya Kaisar Konstantinus I, kurang lebih tahun 33 hingga 325. Pada periode ini gereja dan orang-orang Kristen mengalami penganiayaan, terutama penganiayaan fisik, namun bapak-bapak gereja mulai menulis tulisan-tulisan Kristen yang pertama dan ajaran-ajaran yang menyeleweng yang bermunculan diatasi.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum

Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat
64 Kaisar Nero Roma
402576.jpg
Kebakaran hebat terjadi di Roma. Kaisar Nero menyalahkan orang Kristen dan menimbulkan penganiayaan
Lihat pula: Penganiayaan terhadap orang Kristen
70 Titus Flavius Vespasianus Yerusalem
Arc de titus frontal.jpg
Kaisar Titus menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah. Perpecahan antara kekristenan dan penganut agama Yahudi (Judaisme)
Lihat pula: Pemberontakan Yahudi
150 Yustinus Martir Yudea
Justin Martyr.jpg
Yustinus Martir menulis Liber Apologeticus - "Apologi Pertama" yang membantu memajukan usaha kekristenan untuk menjawab filsafat-filsafat lainnya
Lihat pula: Penulis Kristen
156 Polikarpus Smyrna
Polikarpus.jpg
Uskup Polikarpus yang berusia 86 tahun menjadi martir yang menjadikan orang Kristen semakin berdiri teguh di bawah penganiayaan
Lihat pula: Martir Kristen
177 Ireneus Lyons
Saint Irenaeus.jpg
Ireneus menjadi Uskup Lyons dan memerangi ajaran-ajaran sesat yang merundung gereja
Lihat pula: Gnostik
196 Tertulianus Kartago
Tertullian.jpg
Tertulianus mulai menulis tulisan-tulisannya yang menjadikannya digelari "Bapak Teologi Latin"
Lihat pula: Tritunggal
205 Origenes Alexandria
Origen.jpg
Origenes dari Afrika Utara yang sangat bertalenta memulai tulisannya yang berpengaruh. Ia mengepalai sekolah katekisasi di Alexandria
251 Siprianus Kartago
Siprianus.jpg
Siprianus, uskup dari Kartago menerbitkan hasil karyanya yang penting tentang "Persatuan di Dalam Gereja." Ia menjadi martir pada tahun 258
270 Antonius Mesir
Antoniuserem.jpg
Antonius memberikan harta bendanya dan mulai hidup sebagai pertapa, suatu peristiwa kunci yang melatarbelakangi kerahiban
Lihat pula: Ordo kerahiban

[sunting] Gereja di bawah Kekaisaran Romawi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja pada era Romawi

Periode ini dimulai sejak pertobatan Kaisar Konstantinus I dan menjadikan Kristen sebagai agama resmi Romawi, hingga dimulainya Abad Pertengahan, yaitu ketika Kaisar Romawi terakhir, Romulus Agustus dijatuhkan, kira-kira tahun 313 hingga 476. Pada periode ini Kepausan mulai berkembang, orang-orang Kristen tidak dianiaya sekejam dulu lagi, agama dan politik mulai bercampur jadi satu, dan Alkitab bahasa Latin yang memuat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dikanonisasi.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum

Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat
312 Konstantinus I Roma Kaisar Konstantinus I menjadi Kristen setelah mendapat penglihatan salib dan menjadi pembela dan pelindung kaum Kristen yang tertindas
325 Konstantinus I Nicea Konsili Nicea I menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam debat dan merumuskan doktrin yang menjelaskan tentang siapa Yesus sesungguhnya
367 Athanasius Aleksandria Athanasius menulis "Surat Paskah" yang mengakui Kanon Perjanjian Baru yang menegaskan buku yang sama yang saat ini digunakan
385 Ambrosius Milan Uskup Ambrosius membantah Permaisuri Kaisar Theodosius di Milan. Gereja akan membantah negara jika dibutuhkan untuk melindungi ajaran Kristen dan melawan segala tindakan jahat
387 Agustinus Hippo Milan Agustinus menjadi orang Kristen. Tulisannya menjadi landasan Abad Pertengahan. Buku Pengakuan (Confessionum) dan Kota Allah (De Civitate Dei) masih banyak dibaca saat ini
398 Yohanes Krisostomus Konstantinopel Yohanes Krisostomus, si pendeta "berlidah emas", menjadi uskup Konstantinopel dan memimpin gereja di dalam berbagai kontroversi
405 Eusebius Hieronimus Roma Hieronimus menyelesaikan karyanya Alkitab Vulgata yang menjadi standar untuk seribu tahun ke depan
432 Patrick Irlandia Patrick menjalani misi ke Irlandia ─ setelah dibawa ke sana pada saat mudanya menjadi budak. Ia kembali dan memimpin orang Irlandia dalam jumlah besar menjadi Kristen
451 Paus Leo I Khalsedon Konsili Khalsedon menegaskan ajaran ortodoks bahwa Yesus adalah Allah dan manusia dan keduanya adalah satu Orang

[sunting] Gereja pada Abad Pertengahan

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja pada Abad Pertengahan

Periode ini dimulai sejak berakhirnya kekuasaan Kaisar Romawi Barat hingga dimahkotainya Charlemagne menjadi Kaisar Eropa Barat, kira-kira tahun 476 hingga hari Natal tahun 800. Pada periode ini gereja, terutama Kepausan, mengalami kemunduran moral. Para Paus dipaksa untuk terlibat lebih dalam lagi dalam politik, yang seringkali kotor, dan harus mengimbangi keinginan Kekaisaran Romawi Timur dan pemerintahan bangsa barbar di Barat. Meskipun kebanyakan orang Kristen pada periode ini bermukim di Asia Minor, namun penyebaran Injil terus dilakukan ke berbagai pelosok Eropa yang akan mempengaruhi sejarah Abad Pertengahan.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum

Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat
529 Benediktus Monte Cassino Benedict dari Nursia mendirikan ordo kerahiban ─ "pemerintahannya" menjadi yang paling berpengaruh selama berabad-abad ke depan
563 Kolumba Skotlandia Columba menjalani misi ke Skotlandia Ia mendirikan pusat misi kerahiban yang melegenda di Iona
590 Paus Gregorius I Roma Paus Gregorius I digelari "Yang Agung." Kepemimpinannya secara nyata memajukan perkembangan kepausan
664 Sinode Whitby Inggris Sinode Whitby menentukan bahwa gereja Inggris akan menjadi di bawah otoritas gereja Roma
716 Bonifakus Jermania Bonifakus, "rasul untuk Jerman", pergi menjadi misionaris dan membawa Injil ke daerah-daerah kafir (pagan)
763 Beda Inggris Venerabilis Beda menyelesaikan karyanya yang teliti dan penting "Sejarah Gerejawi Bangsa Inggris" (Historia Ecclesiastica Gentis Anglorum)
732 Charles Martel Tours Charles Martel menghentikan penyerbuan Muslim yang mengancam Eropa

[sunting] Gereja pada awal mula Eropa

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja di Eropa

Periode ini dimulai sejak penahbisan Karel Agung sebagai Kaisar Eropa Barat hingga kejatuhan Kekaisaran Romawi Timur dengan direbutnya Konstantinopel oleh bangsa Turki (1453) dan Reformasi Protestan, kira-kira tahun 800 hingga 1500. Pada mulanya, hampir seluruh Eropa Barat di bawah kekuasaan Kaisar Kristen, Karel Agung. Misionaris-misionaris mulai dikirim ke Eropa Timur dan Rusia, biarawan-biarawan mulai membuat perubahan dari dasar setelah melihat keadaan gereja yang memburuk, dan Perang Salib dengan bangsa Asia dimulai, namun universitas mulai dibuka sehingga tidak hanya para rahib namun rakyat biasa juga dapat membaca dan menulis. Selain itu terjadi perpisahan antara gereja Katolik Barat di Eropa Barat dan gereja Ortodoks Timur di Asia Kecil.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum

Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat
800 Karel Agung Aachen Charles yang Agung diangkat menjadi Kaisar oleh Paus pada hari Natal. Ia memajukan gereja, pendidikan, dan kebudayaan Eropa
863 Siril dan Metodius Slavia Siril dan Metodius, dua orang Yunani bersaudara, menginjili orang Slav. Siril mengembangkan aksara Sirilik, dasar bahasa Slavik yang masih dipakai di gereja Rusia
909 William yang Saleh Aquitaine Di Cluny didirikan sebuah biara, pusat reformasi. Pada pertengahan abad ke-12, terdapat lebih dari seribu rumah di bawah asuhan biara Cluny
988 Vladimir I Kiev Pangeran Vladimir dari Kiev menjadi Kristen ─ ia mencari agama-agama di dunia dan memilih Ortodoksi untuk menyatukan dan membimbing rakyat Rusia
1054 Paus Leo IX Eurasia Setelah berabad-abad gereja Timur dan Barat merupakan gereja tunggal, akhirnya perpisahan tersebut terjadi yang berlangsung hingga hari ini
1093 Anselmus Canterbury Anselmus menjadi Uskup Agung Canterbury. Seorang rahib yang tekun dan teologian yang handal, ia menyelidiki "Mengapa Allah Menjadi Manusia" (Cur Deus Homo)
1095 Paus Urbanus II Clermont Paus Urbanus II menyerukan Deus Vult! - "Allah menghendakinya!" dan dengan itu memulai Perang Salib yang mengakibatkan banyak peperangan yang tragis
1115 Bernardus Clairvaux Bernardus mendirikan biara di Clairvaux. Ia dan biara tersebut menjadi pusat spiritual dan pengaruh politik yang besar
1150 Petrus Abelardus Paris Universitas Paris dan Universitas Oxford didirikan dan menjadi inkubator Abad Pencerahan dan reformasi Protestan dan menjadi model pola pendidikan modern
1173 Peter Waldo Perancis Peter Waldo mendirikan gerakan Waldenisme/Waldensian/Kaum Walden, gerakan reformasi sebelum era Martin Luther yang memberi penekanan pada kemiskinan, khotbah, dan Alkitab. Mereka akhirnya dituduh sebagai penganut ajaran sesat oleh gereja pada saat itu
1206 Fransiskus Bernardone Assisi Fransiskus dari Assisi meninggalkan segala kekayaan dunia dan memimpin sekelompok rahib miskin mengajarkan cara hidup sederhana
1215 Paus Innocentius III Roma Konsili Lateran Keempat mengenai ajaran sesat, meneguhkan doktrin Katolik Roma dan menguatkan otoritas Paus
1273 Thomas Aquinas Cologne Thomas Aquinas menyelesaikan karyanya Summa Theologica (Ringkasan Teologi), mahakarya teologis pada Abad Pertengahan
1321 Dante Alighieri Italia Dante menyelesaikan Divina Commedia (Komedi Ilahi), karya literatur Kristen terbesar pada Abad Pertengahan
1378 Katarina Siena Roma Katarina dari Siena pergi ke Roma untuk membantu proses penyembuhan akibat Pemisahan Kepausan. Sebagian karena pengaruhnya maka kepausan kembali ke Roma dari Avignon
1387 John Wycliffe Inggris John Wycliffe diasingkan dari Oxford dan mengepalai penerjemahan Alkitab bahasa Inggris. Ia akhirnya disebut sebagai "Bintang Fajar Reformasi"
1415 Jan Hus Konstanz Jan Hus dihukum dan dibakar pada tiang pancang oleh Konsili Konstanz
1456 Johann Gutenberg Strasburg Johann Gutenberg membuat Alkitab cetak untuk pertama kalinya, dan percetakannya menjadi katalis di era yang baru untuk memilah-milah ide, informasi, dan teologi baru
1478 Ferdinand II Spanyol Inkuisisi Spanyol didirikan di bawah Ferdinand dan Isabella untuk melawan penyebaran ajaran sesat
1498 Girolamo Savonarola Florence Girolamo Savonarola seorang reformator berapi-api Ordo Dominikan dari Florence, dihukum mati
1512 Michelangelo Buonarroti Vatikan Michelangelo Buonarroti menyelesaikan mahakaryanya yaitu langit-langit Kapel Sistine di kota suci Vatikan

[sunting] Reformasi Protestan di Eropa

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja setelah Reformasi Gereja

Periode ini diwarnai oleh tokoh-tokoh yang membawa pembaruan dalam gereja Katolik Roma, kira-kira tahun 1517 hingga 1600. Tokoh-tokoh Reformasi seperti Martin Luther, Yohanes Calvin, John Knox, pada akhirnya mengakhiri dominasi para uskup dan biarawan dalam mempelajari Alkitab. Reformasi Protestan menyebabkan Kontra-Reformasi dan reformasi lainnya di Eropa Barat, sementara penemuan benua Amerika menyebabkan kaum Protestan yang dianiaya di Eropa, terutama Inggris, melarikan diri ke Amerika dan memulai negara baru yang berlandaskan kekristenan. Dalam waktu seratus tahun, terjadi lebih banyak peristiwa-peristiwa penting dari abad-abad sebelumnya, dan seluruh Eropa Barat terancam perang saudara. Di Inggris, Perancis, Spanyol, Swiss, Skotlandia, pertentangan antara bangsawan dan penguasa Kristen dan Katolik menyebabkan pertumpahan darah.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum

Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat
1517 Martin Luther Wittenberg Martin Luther memakukan 95 dalil Luther, sebuah undangan sederhana untuk debat cendekiawan yang secara tidak sengaja menjadi sebuah "engsel sejarah"
1523 Ulrich Zwingli Swiss Ulrich Zwingli, sebaya Luther, memimpin Reformasi Swiss dari tempat ia menjadi pastor di Zürich
1525 tidak ada Eropa Gerakan Anabaptis dimulai. "Reformasi radikal" ini bersikeras akan adanya baptisan orang percaya dan pemisahan gereja dan negara
1534 Henry VIII Inggris Henry VIII mengeluarkan Aksi Supremasi yang mengangkat raja Inggris, bukan Paus, menjadi kepala gereja Inggris
1536 Yohanes Calvin Jenewa Yohanes Calvin menerbitkan Christianae Religionis Institutio (Institusi Agama Kristen), hasil karya teologis terbesar dalam Reformasi
1540 Ignatius Loyola Loyola Ordo Serikat Yesus (Yesuit) disetujui oleh Vatikan. Pendirinya adalah Ignatius Loyola. Mereka memberikan pelayanan mereka sepenuhnya ke tangan Paus
1545 Paus Paulus III Trente Konsili Trente dibuka oleh Gereja Katolik untuk menjawab masalah-masalah dan menyediakan sarana untuk Reformasi Katolik
1534 Thomas Cranmer Inggris Cranmer menulis Buku Doa Umum untuk gereja Inggris
1559 John Knox Skotlandia John Knox kembali ke Skotlandia untuk memimpin reformasi di sana, setelah masa pengasingannya di Jenewa tempat Calvin berada
1572 Kaum Huguenot Perancis Pembantaian Hari Santo Bartolomeus menjadi saksi pembantaian puluhan ribu kaum Protestan Huguenot di Perancis
1608 John Smyth Amsterdam John Smyth, pendeta Anglikan yang menjadi Separatis, membaptis jemaat "Baptis" yang pertama
1611 Raja James Inggris Penerbitan Alkitab Versi Raja James pertama yang disusun oleh 54 ahli selama empat tahun
1620 Kaum Separatis Massachussets Para Peziarah menandatangani Perjanjian Mayflower dan mendedikasikan diri mereka untuk kebaikan bersama, menjunjung solidaritas kelompok, dan membela rekonsiliasi Kristen
1628 Jan Komenius Polandia Jan Komenius diasingkan dari tanah kelahirannya dan mengembara sepanjang hidupnya, menyebarkan ajaran reformasi dan memohon rekonsiliasi Kristen
1628 Oliver Cromwell Westminster Pengakuan Westminster disusun di Ruang Yerusalem di dalam Westminster Abbey
1648 George Fox Inggris George Fox mendirikan Perkumpulan Agama Sahabat, yang sering dikenal dengan nama Quacker atau "Kaum Quaker." Mereka berusaha untuk hidup sederhana, menentang peperangan, dan menjauhi ibadah formal

[sunting] Gereja pada Abad Penjelajahan dan Abad Penerangan

Sejak abad ke-17, penjelajah-penjelajah dari Eropa menjelajahi seluruh dunia dan pada saat yang bersamaan membawa iman mereka ke seluruh dunia. Terkadang penduduk asli yang mereka datangi dipaksa menerima iman mereka di bawah ancaman senapan, namun mayoritas pertobatan yang terjadi di luar Eropa adalah berkat jasa-jasa para misionaris tak bernama baik Kristen maupun Katolik, yang tinggal dan mengajar masyarakat setempat.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum

Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat
1662 Rembrandt Belanda Rembrandt menyelesaikan lukisan Kembalinya Anak yang Hilang
1675 Philip Jacob Spener Frankfurt Philip Jacob Spener menerbitkan Pia Desideria
1678 John Bunyan Inggris John Bunyan menerbitkan The Pilgrim's Progress
1685 Johann Sebastian Bach dan
George Frederic Handel
Jerman Bach dan Handel dilahirkan
1707 Isaac Watts Inggris Isaac Watts menerbitkan Hymns and Spritual Songs
1727 dimulai oleh Jan Amos Comenius Moravia Kebaktian Kebangunan Rohani di Herrnhut mengawali Serikat Persaudaraan Moravia
1735 Jonathan Edwards Northampton, Massachusetts Jonathan Edwards mengadakan Kebangunan Besar
1738 John Wesley Inggris John Wesley bertobat
1780 Robert Raikes Inggris Robert Raikes memulai Sekolah Minggu
1793 William Carey India William Carey berlayar menuju India
1807 William Wilberforce,
Elizabeth Fry,
George Mueller,
Thomas Buxton,
John Venn, dll
Inggris Parlemen Inggris mengadakan pemungutan suara untuk menghapuskan perdagangan budak
1811 Thomas dan Alexander Campbell [[wilayah barat Amerika Serikat]] Ayah dan anak Campbell mengawali Gerakan Murid-murid Kristus
1812 Adoniram dan Ann Judson India Adoniram dan Ann Judson berlayar menuju India
1816 Richard Allen Afrika Richard Allen mendirikan Gereja Episkopal Methodis Afrika
1817 Elizabeth Fry [[]] Elizabeth Fry mengawali pelayanan bagi narapidana perempuan di penjara
1830 Charles G. Finney [[]] Charles G. Finney memulai Kebangunan Rohani Perkotaan
±1830 John Nelson Darby Plymouth John Nelson Darby membantu mengawali Serikat Persaudaraan Plymouth
1833 John Keble [[]] Khotbah John Keble tentang "Murtad Nasional" memicu Gerakan Oxford
1854 Hudson Taylor Tiongkok Hudson Taylor Tiba di Kota Terlarang
1854 Soren Kierkegaard Denmark Soren Kierkegaard menerbitkan serangan terhadap kekristenan
1854 Charles Spurgeon London Charles Haddon Spurgeon menjadi imam di London
1855 Dwight Moody Boston Pertobatan Dwight L. Moody
1857 David Livingstone Inggris David Livingstone menerbitkan Perjalanan Penginjilan
1865 William Booth London William Booth mendirikan Bala Keselamatan
1870 Paus Pius IX Vatikan Paus Pius IX memproklamasikan Doktrin Infalibilitas Paus
Lihat pula: Konsili Vatikan I
1886 Amerika Serikat Gerakan Relawan Mahasiswa dimulai.
Lihat pula: Federasi Mahasiswa Kristen se-Dunia
1906 Los Angeles Kebangunan Rohani Azusa Street Memunculkan Gerakan Pentakostalisme
1910-1915 Los Angeles Penerbitan buku The Fundamentals memunculkan Gerakan Fundamentalis
1919 Karl Bath [[]] Tafsiran Surat Roma oleh Karl Bath diterbitkan
1921 [[]] Radio Kristen pertama mengudara
1934 Cameron Townsend [[]] Cameron Townsend memulai Institut Linguistik Musim Panas
1945 Dietrich Bonhoeffer Jerman Dietrich Bonhoeffer dieksekusi Nazi
1948 [[]] Dewan Gereja-gereja se-Dunia terbentuk
1949 Billy Graham Los Angeles Kampanye Los Angeles Billy Graham
1960 [[]] Berawalnya Pembaruan Karismatik Modern
1962 [[]] Konsili Vatikan II dimulai
1963 Martin Luther King, Jr. Amerika Serikat Martin Luther King, Jr., Memimpin Pawai ke Washington
1966-1976 RRT Gereja Tiongkok bertumbuh tanpa terusik Revolusi Kebudayaan
Postingan Lama Beranda
  • Recent Posts
  • Feature Posts
  • Comments

Category

  • Adat Nahaya
  • Asal Adat
  • Foto
  • Gereja
  • Hack
  • Informasi
  • Jalan-Jalan
  • Matematika
  • Nahaya
  • Pemandangan
  • Pendidikan
  • Photo Pribadi
  • RIngkasan Buku
  • Sejarah Adat

Archive

  • 2015 (3)
  • 2011 (4)
  • 2010 (12)

Catwidget1

Catwidget2

Catwidget3

Catwidget4

PHOTO PHILIPUS NAHAYA © 2011. All rights reserved. Designed by SpicyTricks